The Devils : Bertemu


Setelah mendapat izin dari Seulgi dan Irene sudah memindahkan sebagian barang miliknya ke rumah baru. Segera ia menuju cafe Jennie, tentunya menggunakan mobil milik Seulgi berikut dengan Supir. Sampai nya di tujuan, sang supir membukakan pintu penumpang belakang, dimana Irene duduk.

“Saya akan menunggu di sini nyonya,” ucap sang Supir.

“Ah tidak perlu! Kamu bisa pulang dahulu, nanti saya akan kabari jika sudah selesai,” jelas Irene yang tidak enak.

“Tidak bisa nyonya, ini sudah perintah dari nyonya kang,” jelas sang supir yang kemudian menunduk hormat sebelum dirinya pergi masuk ke dalam mobil untuk mencari parkir.

“Tapi… Yaudah lah lagi pula gue ngomong juga gak bakal bisa, siapa lo emang Rene,” nyinyir Irene sembari melangkah masuk ke dalam cafe. Matanya mencari keberadaan sahabatnya. Muncul sebuah lambaian tangan dari seseorang yang ia kenal. Jennie.

“Hi…,” Sapa Irene yang sudah duduk di hadapan Jennie.

“Gue liat lo naik mobil pake supir tuh,” Jennie tersenyum menggoda Irene.

“Iya itu mobil bos gue,” jelas Irene.

“Cie baru juga masuk udah di anterin bosnya aja,” goda Jennie kembali.

“Apaan sih ah, eh Suho mana?” mata Irene menelusuri sekelilingnya mencari sosok Suho.

“Katanya sih tadi lagi di jalan, paling kena macet, lo mau pesen apa?” tanya Jennie.

“Kaya biasa hehe matcha latte,” jawab Irene.

“Nggak kuenya sekalian?” tanya Jennie lagi.

“Nggak deh, tadi gue udah makan, masih kenyang” jelas Irene.

“Halah bilang aja lo mau diet kan biar keliatan bohay depan bos lo hahahahaha,” ledek Jennie yang segera pergi untuk memesankan pesanan Irene.

“Awas aja lo Jen!!” suara Irene yang sedikit teriak hampir terdengar hingga pintu masuk cafe.

“Gila suara lo sampe kedengeran keluar Rene,” ucap seseorang yang tiba-tiba duduk di sebelah Irene. Irene sedikit terkejut.

“Astaga Suho! Sumpah ya bisa nggak sih kalo dateng tuh salam dulu kek, say hi kek, ngagetin aja,” protes Irene yang mengerucut kan bibirnya.

“Aigooo maaf ya kalo ngagetin tapi emang sengaja haha,” Suho mengusap lembut kepala Irene.

“Cih samanya emang kaya Jennie,” Irene menggerutu.

“Hahaha sorry sorry, Jennie mana?” tanya Suho.

“Lagi mesen minuman tadi tapi nggak tau deh sekarang kemana, ke ruangan nya dulu kali,” mata Irene mencari sosok Jennie yang sudah menghilang entah kemana.

“Oh… Jadi mau di ajarin apa aja?” tanya Suho yang menatap Irene dengan intens.

“Eh iya lupa haha, wait ya,” segera Irene mengeluarkan Macbook, iPad, dan iPhone pemberian dari Seulgi.

“Okay, mau yang mana dulu nih?” tanya Suho kembali.

“Hmm… mana aja deh aku bingung,” Irene memanyunkan bibirnya yang terlihat menggemaskan di mata Suho.

“Yaudah yang gampang dulu deh nih,” Suho mengambil iPhone milik Irene, lalu mengajarkan Irene perlahan agar ia dapat mengerti. Setelah beberapa menit mengajarkan Irene, kini Suho melanjutkan mengajari iPad dan Macbook.