BIFAMS: Beginnings Two
Pagi ini Jeongyeon terpaksa bangun pagi karena ada seminar di kampus. Walaupun seminar akan di mulai satu jam lagi, tapi Jeongyeon harus menjemput Nayeon di rumahnya. Seperti biasa Tiffany akan memanggil anak-anaknya untuk sarapan terlebih dahulu. Jeongyeon yang sudah siap lalu turun untuk menghampiri Tiffany yang tengah sibuk menyiapkan makanan di meja makan.
“Mih aku nggak sarapan dulu ya,” ucap Jeongyeon.
“Loh tumben mau kemana emang?” tanya Tiffany.
“Aku ada seminar jam 9 mih, mau jemput Nayeon dulu, Sarang mana mih?” Jelas Jeongyeon sembari mencari keberadaan adiknya, “Terus kak Seulgi mana?”
“Oh gitu yaudah, Sarang lagi dimandiin tadi, Seulgi udah berangkat tadi katanya ada meeting di kantor, nah tuh dia udah beres mandi,” baby sitter Sarang baru saja turun sembari menggendong Sarang.
“Wah cantik banget sayangnya Kakje,” Jeongyeon menciumi pipi Sarang berkali-kali membuat sarang tertawa geli.
Winter yang hendak menuju meja makan tidak jadi karena ada Jeongyeon dan Sarang, ia memutuskan untuk tidak sarapan pagi ini, “Winter kamu mau kemana? Nggak sarapan dulu?” tanya Tiffany.
“Gak napsu,” ucap Winter.
“Adek kamu kenapa sih kak, masih marah bukan sama mami?” tanya Tiffany.
“Nggak tau tuh lebay dia, kekanak-kanakan, aku berangkat dulu ya mih, udah bawel nih Nayeon,” Jeongyeon mencium pipi Tiffany dan Sarang, “Kakje berangkat dulu ya cantik nanti kita main lagi.”
“Hati-hati ya Kakje, jangan ngebut!” ucap Tiffany.
“Iya mih!” Jeongyeon segera menuju garasi untuk mengambil motornya.
Winter yang sudah berada di garasi merasa kesal karena mobilnya terhalang oleh motor Jeongyeon yang di kunci stang. Ia sudah mencoba untuk memindahkan motor tersebut namun sangat sulit. Tidak lama kemudian Jeongyeon datang.
“Minggirin dong motor lo! Parkir yang bener! Gue mau keluar!” teriak Winter pada Jeongyeon.
“Sante aja boss masih pagi udah nyolot aja lo!” teriak Jeongyeon yang tak mau kalah.
Akhirnya Winter masuk ke dalam mobil dan menunggu Jeongyeon memindahkan motornya. Ketika Jeongyeon mencoba untuk menyalakan motornya, namun motornya tak kunjung menyala, Winter semakin kesal pada Jeongyeon yang masih saja didepan mobilnya. Ia menekan talksonnya berkali-kali agar Jeongyeon minggir. Jeongyeon menjadi emosi pada Winter, mengapa ia tidak sabar. Terpaksa Jeongyeon melepas helmnya lalu ia memukul kap mobil Winter menggunakan helmnya hingga penyok.
“Sabar anjeng! Motor gue kaga mau nyala!!” bentak Jeongyeon.
Winter terkejut melihat kap mobilnya penyok akibat ulah Jeongyeon, amarahnya semakin memuncak. Tanpa berpikir panjang Winter menyalakan mobilnya lalu ia menginjakkan kakinya pada pedal gas membuat mobilnya melaju cepat menabrak Jeongyeon yang masih berada di motor.
‘BRAK!!!’