BIFAMS – Bohong


Mobil Seulgi masuk ke pekarangan rumah keluarga Kim. Mobilnya berhenti didepan rumah. Seulgi keluar dengan tergesa-gesa. Pekerja yang berada disana menyapanya dan salah satu supir mengambil kunci mobil miliknya untuk di masukan ke dalam garasi. Sempat berhenti lama di depan pintu, Seulgi mencoba untuk menenangkan jantung yang begitu berdebar sebelum ia bertemu dengan Tiffany.

“Aku pulang…,” ucap Seulgi lirih sembari mencari keberadaan Tiffany.

Saat Seulgi memasuki ruang tamu, ia dikejutkan dengan dua oang yang tengah duduk di sofa sembari menatapnya dengan tatapan mengerikan. Seketika bulu halus Seulgi meremang.

“Posisi,” ucapan Tiffany pelan namun membuat Seulgi menelan ludah.

Seulgi hanya bisa menuruti perkataan maminya, ia berjongkok di hadapan Tiffany dengan kedua tangannya di atas, “Gimana kamu mau nikahin Irene kalau kamu aja nggak bisa hargain dia, dari mana kamu tadi?!”

“Ta-tadi aku ke toko buku mih…,” ucap Seulgi yang menunduk tak berani menatap Tiffany.

“Sama siapa?!” tanya Tiffany.

“Sama temen mih,”

“Ya siapa?!!”

“Krystal mih….”

“Haha sumpah chat aku nggak dibales taunya kamu jalan sama dia, bagus banget nggak sekalian aja kalian balikan!” ucap Irene.

Mendengar ucap Irene, Seulgi dengan cepat menenggakan kepalanya dan menatap Irene, “Sumpah yang nggak gitu, aku sama dia sekelompok, aku cuma nyari buku buat tugas pak Agung, kan kamu tau sendiri pak Agung kaya gimana kalo ngasih tugas….”

“Alesan banget!” ketus Irene.

“Ben….”

“Terus kenapa kamu bohong sama mami mau jemput Irene tapi kamu malah jalan sama mantan kamu?!” tanya Tiffany yang tak kalah ketus.

“Ya emang bener mih aku abis itu mau jemput Irene, HP aku low, terus kesiangan tadi buru-buru nyari buku tugas, abis itu jemput Irene mih…,” jelas Seulgi.

“Kebiasaan begadang terus! Mana kunci mobil kamu yang baru?!” tanya Tiffany.

“Ih mau ngapain mih?” seketika muka Seulgi pucat.

“Mami sita, cepet mana?!”

“Jangan dong mih~ Please~”

“Oh mau mami sita semua fasilitas kamu?!”

“Jangan mih! Jangan!”

“Yaudah mana?!”

“Ada di pak Jono mih….”

“Mbak! Mbak!”

“Iya nyonya ada apa?”

“Tolong kamu ambilin kunci mobil barunya Seulgi di pak Jono,” ucap Tiffany pada mbak Iyem yang bekerja sebagai ART.

“Iya nyonya,” mbak Iyem pergi menemui pak Jono untuk mengambil kunci mobil Seulgi.

“Mih jangan dong, aku baru pake sekali mih~” ucap Seulgi memohon.

“Diem kamu!” Tiffany menunggu mbak Iyem mengambil kunci mobil.

Tak lama mbak Iyem datang dan memberikan kunci mobil milik Seulgi pada Tiffany, “Ini nyonya.”

“Makasih mbak, siapin bahan-bahan makanan, saya sama Irene aja yang masak buat makan siang,” ucap Tiffany.

“Baik nyonya,” ucap mbak Iyem.

“Ayo ke dapur, enaknya masak apa ya?” Tiffany bangkit dari kursi dan mengajak Irene menuju dapur.

“Apa aja deh, aku kan masih belajar dari tante hehe,” jelas Irene yang mengikuti Tiffany.

“Mih sampe kapan aku gini?!” teriak Seulgi.

“Sampe jam makan siang! JANGAN TURUN TANGANNYA! TEGAK!!” teriak Tiffany dari dapur.

“Anjir pegel bat…,” keluh Seulgi yang masih dalam posisi hukuman.

“JANGAN NGELUH!! GITU AJA NGELUH!!!” teriak Tiffany yang membuat jantung Seulgi berdebar semakin cepat.


“Sayang aku pulang~” ucap Taeyeon yang baru sampai dan terkejut melihat Seulgi dalam posisi hukuman. Terlihat mukanya yang begitu pucat dan badan yang sedikit gemetar.

“Cuci tangan dulu, terus langsung makan, ada Irene di dapur lagi siapin makanan,” ucap Tiffany yang mengambil tas Taeyeon dan menaruhnya pada sofa.

“Kamu abis beli patung baru yang? Made in mana ini?” ledek Taeyeon pada Seulgi.

“Nggak tau, patung nggak jelas!” ucap Tiffany.

“Sini kamu,” Taeyeon menarik tubuh Tiffany dan memeluk pinggangnya engan erat, “Istri aku kenapa marah-marah hm?” Taeyeon mengecup bibir Tiffany.

“Jangan depan anak dong ah!” Tiffany mendorong tubuh Taeyeon.

“Jawab dulu baru aku lepas,” ucap Taeyeon jail.

“Aku nggak apa-apa, sana cuci tangan ish!” karena Tiffany terus saja mendorong tubuh Taeyeon, akhirnya Taeyeon melepaskannya.

“Iya sayang ku… Cie lagi workout siang-siang hahaha,” ledek Taeyeon.

“Turunin! Cuci tangan sana! Terus makan!” ucap Tiffany pada Seulgi.