BIFAMS : Missing Four
“Linu nggak tadi pas dicoba jalan?” tanya Tiffany.
“Banget mih rasanya kek pen rebahan aja,” Jeongyeon menghela napas panjang.
“Apa pindah aja ya kak ke Singapore, kata temen mami pengobatan disana bagus,” ucap Tiffany sembari menatap jalanan diluar.
“Jauh ah mih, nggak mau LDR sama Nayeon,” Jeongyeon memanyunkan bibirnya.
“Ish! Kamu tuh! Bucin banget, ya bisa video call kan nanti disana,” omel Tiffany.
“Ya mending mih kalo sebulan, kalo berbulan bulan? Nggak mau ah mih!” protes Jeongyeon.
“Ya nggak sampe segitu kali kak! Kan tujuan kesana biar kamu cepet sembuh, kalo disini kurang kan fasilitasnya,” jelas Tiffany.
“Nggak mauuuu~ enggak mauuuu~” Jeongyeon menutup kuping nya membuat Tiffany kesal.
“Yaudah terserah deh, tapi jangan ngeluh kalo lama sembuh nya!” ucap Tiffany kesal.
“Ya nggak apa apa, kan aku bisa di manjain sama Mami sama Nayeon lebih lama hehehe,” Jeongyeon mendusalkan pipinya pada bahu Tiffany.
“Emang ada maunya kamu mah!” Tiffany menyentil dahi Jeongyeon hingga ia meringis kesakitan.
“Ish sakit tau mih! Eh kok banyak mobil polisi?” Jengyeon dan Tiffany merasa heran ketika melihat banyak mobil polisi di halaman rumah mereka.
“Firasat mami kok nggak enak…,” mobil yang ditumpangi Jeongyeon dan Tiffany berhenti didepan rumah.
Pak Jono bergegas turun lalu membuka pintu untuk Tiffany dan Jeongyeon. Ketika Tiffany turun, ia melihat Taeyeon dan Seulgi tengah berbincang dengan seseorang yang tak ia kenal. Setelah Jeongyeon sudah duduk di kursi roda, Tiffany mendorong kursi roda Jeongyeon untuk menghampiri Taeyeon dan Seulgi.
“Yang! Kok banyak polisi gini?” Taeyeon dan Seulgi saling menatap dan tidak menjawab pertanyaan Tiffany.
“Sarang mana kak?” tanya Jeongyeon.
“Hello guys! Are you listen to me? What the fuck happen in here?” tanya Tiffany kesal.
“Aku bisa jelasin yang… tapi masuk dulu ya? Takut ada wartawan,” bujuk Taeyeon sembari menarik perlahan tangan Tiffany.
Tiffany menepis tangan Taeyeon dan menatapnya tajam, “Aku butuh jawaban sekarang! Mana Sarang?! Mana Winter?!”
“Win….”
“Sarang diculik mih,” ucap Seulgi pasrah.
Tiffany terkejut bukan main, ia lalu menatap Taeyeon untuk minta penjelasan, “Listen babe, sekarang polisi lagi lacak hpnya Winter biar tau lokasi penculik Sarang dimana.”
Tiffany menampar Taeyeon dengan keras membuat semua orang menatap kearah mereka, “Tanpa kabari aku dan Jeongyeon? Gila kamu….”
“I’m sorry babe, aku cuma….”
“Enough! Aku nggak mau dengar lagi alasan kamu! Aku mau Sarang dan Winter kembali dengan selamat!”
“I-iya sayang polisi lagi lacak….”
“Setelah mereka ketemu, kita cerai Tae…,” Tiffany mendorong tubuh Taeyeon lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
“Wow nggak pernah liat mami semarah dan sesensitif itu~” gumam Jeongyeon lalu Seulgi mengangguk setuju dengan wajah terkejut nya.