BIFAMS : Missing Two


“Winteeeeeeeeeeeerrrr,” teriak Jeongyeon dari dalam kamar.

“Apaan?!” tanya Winter yang sudah berada di ambang pintu.

“Gue laper, ambilin koko krunch dong,” Winter langsung menuju dapur untuk mengambil koko krunch.

“Nih,” Winter memberikan satu kotak baru koko krunch pada Jeongyeon.

“Mangkoknya mana?” tanya Jeongyeon.

“Bukannya sekalian tadi!” Winter kembali mengambil mangkuk didapur dan memberikannya pada Jeongyeon.

“Sendok sama susunya manaaaaa?” tanya Jeongyeon.

“Ribut yuk nyet,” Winter menarik kerah baju Jeongyeon.

“Ahhh aahhh aahhh mami! Aaahhh!” Jeongyeon meringis kesakitan.

“Najis aduan lo,” Winter melepaskan kerah baju Jeongyeon dan pergi menuju dapur untuk mengambil barang yang Jeongyeon minta.

“Tuh! Dah gue mau main game!!” Winter memberikan sekotak susu dan sendok pada Jeongyeon lalu pergi menuju kamarnya.

“Hahaha thanks sistah,” ucap Jeongyeon.


“Winter,” panggil Tiffany.

“Apaaaa?” teriak Winter dari dalam kamarnya.

“Sini dulu,” ucap Tiffany.

Terpaksa Winter keluar kamar lalu menuju tangga sembari mencari sosok Tiffany, “Kenapa mih?”

“Mami mau anter Kakje check up, kamu dirumah ya tolong jagain Sarang,” ucap Tiffany.

Winter menghela napas panjang, “Iya mih….”

“Awas lo bikin nangis Sarang!” ancam Jeongyeon.

“Bacot deh lo,”

“WINTER!” bentak Tiffany.

“Maaf mih,” Jeongyeon hanya bisa ketawa melihat Winter tak bisa melawan dirinya.

“Jangan lupa nanti jam empat, ajak Sarang main di halaman belakang, jangan berenang, cuaca nya lagi dingin,” ucap Tiffany.

“Iya miiiiihh,” jawab Winter.

“Dah sana kamu main hpnya di kamar mami, Sarang lagi tidur, tapi jangan di bangunin nanti rewel, mami berangkat dulu ya,” ucap Tiffany sembari mendorong kursi roda Jeongyeon menuju pintu keluar.

“Iya mih…,” ucap Winter malas.