BIFAMS – Terjawab


“Sayang,” Tiffany mengintip dari pintu ruang kerja Taeyeon untuk melihat sang istri sedang sibuk kerja.

“Ya sayang?” Taeyeon menenggakan kepalanya menatap Tiffany yang masih mengintip di sela pintu, “Ngapain kamu disitu, sini masuk yang.”

“Hehe takut ganggu kamu kerja yang,” jelas Tiffany yang kini sudah masuk dan menghampiri Taeyeon.

“Engga kok yang, udah mau beres lagian, kenapa hm?” Taeyeon menarik tubuh istrinya untuk duduk di atas pangkuannya.

Tiffany tersenyum seraya melingkarkan tangannya pada leher Taeyeon, “Capek nggak? Mau aku pijitin?”

“It’s okay honey, capek aku ilang kalo liat kamu manja gini,” Taeyeon mengecup sekilas bibir Tiffany.

“Gombal ih,” Tiffany memukul pelan bahu Taeyeon.

“Beneran loh, masa gombal,” jelas Taeyeon.

“Iya deh iya~ ada yang mau aku omongin yang?” seketika raut wajah Tiffany berubah menjadi serius.

“Hm? Apa?” tanya Taeyeon yang penasaran.

“Kamu liat aja deh sendiri,” Tiffany mengeluakan sebuah bungkusan plastik hitam dari kantung celananya dan memberikannya pada Taeyeon.

Taeyeon yang penasaran langsung membuka plastik tersebut dan terdapat banyak testpack di dalam kantung tersebut. Taeyeon mengambil salah satu dan melihat hasilnya. “Aku udah cobain berkali-kali hasilnya tetep sama,” jelas Tiffany.

“Bentar,” Taeyeon mengambil satu persatu testpack yang berada di dalam kantung plastik dan melihat semua hasil menunjukan tanda positive.

“Berarti… sekarang… kamu… lagi hamil?” tanya Taeyeon yang dijawab Tiffany hanya dengan anggukkan kepala.

“Hamil… anak ke empat?” Tiffany kembali mengangguk.

“But how?! Terakhir kita IVF dua tahun lalu dan gagal, terus kamu pasang KB lagi,” Taeyeon semakin bingung.

“Kemarin aku iseng lepas KB terus coba IVF lagi yang, aku pikir bakal gagal lagi, tapi ternyata jadi…” jelas Tiffany.

“Without my permission?!” Taeyeon terkejut bukan main.

“Maafin aku ayang… jangan maraaaaah~” tangis Tiffany pecah begitu saja.

Taeyeon menghela nafas panjang, “Apa-apa tuh ngomong sama aku loh yang, kalo ada apa-apa sama kamu gimana?”

“Tapi kan… kamu… pengen punya anak… lagi dari kemarin…” jelas Tiffany dengan sesegukan.

“Ya I know, aku emang pengen punya anak lagi, tapi ya kasih tau aku kalo kamu lepas KB dan IVF, kalo terjadi sesuatu sama kamu gimana? Sedangkan aku nggak tau apa-apa, mending aku lagi ada dirumah atau kantor, kalo aku lagi di luar kota gimana?” jelas Taeyeon.

“Maafin aku~” Tiffany membenamkan wajahnya pada leher Taeyeon.

“Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa sayang, aku jadi kepikiran omongan Sunmi kalo hamil di usia segini itu rentan sayang, aku nggak marah kamu hamil lagi, aku seneng malah, tapi aku marah kamu ngelakuinnya tanpa sepengetahuan aku, aku istri kamu, aku berhak tau, paham maksud aku hm?” Taeyeon mengusap lembut punggung Tiffany.

“Paham~” lirih Tiffany.

“Abis ini kita ke rumah sakit, coba chat Sunmi dia ada jadwal nggak hari ini,” ucap Taeyeon.

“Ada yang… Eh tapi!” tiba-tiba Tiffany menegakkan tubuhnya dan menatap Taeyeon serius.

“Tapi apa?” Taeyeon menaikan satu alis kanannya.

“Winter kan nggak mau aku atau kamu hamil lagi yang…” ucap Tiffany.

“Udah biarin aja, kamu fokus sama kandungan kamu, urusan Winter biar aku yang urus” ucap Taeyeon.