Bukti
Saat ini Seulgi sudah sampai di Polda Metro Jaya untuk menemui Yunho. Perasaannya tidak enak saat membaca pesan dari Yunho. Apakah ia menemukan bukti? Apa kecelakaan Wendy sepenuhnya kesalahannya? Terlalu banyak pertanyaan dalam otaknya sampai ia melamun di depan lobby saat di periksa oleh polisi yang berjaga di pos.
“Mbak? Mbak? Ini ktpnya” ucap salah satu polisi yang menyadarkan lamunan Seulgi.
“Hah? Oh iya mas” Seulgi mengambil kartu identitas nya dan memasukkan kembali pada dompetnya.
“Ayo ikut saya mbak, pak Yunho sudah menunggu di ruangan nya” Seulgi hanya mengangguk dan mengikuti polisi tersebut untuk menuju ruangan Yunho yang berada di lantai teratas.
Polisi tersebut kini berhenti didepan sebuah pintu besar yang bertuliskan Kapolda, lalu mengetuk pintu sebelum pintu tersebut dibuka olehnya.
“Silahkan masuk mbak” ucap polisi tersebut mempersilakan Seulgi untuk masuk ke dalam ruangan Yunho.
“Terima makasih” Seulgi tersenyum pada polisi tersebut dan masuk ke dalam ruangan. Di dalam sudah ada Yunho yang langsung menyambut kedatangan Seulgi.
“Ayo Seulgi masuk, macet nggak di jalan?” ucap Yunho sembari mempersilakan Seulgi untuk duduk.
“Ya biasa lah jam makan siang, jadi gimana pak ada perlu apa saya di panggil kesini?” tanya Seulgi.
“Sama percis ya kamu sama papa mu, selalu to the point haha” canda Yunho sembari tangannya mengambil sebuah iPad yang berada di meja kerjanya.
“Bisa aja pak haha jauh lah kalau sama papa” timpal Seulgi.
“Tapi papa sehat Gi? Saya udah lama sekali nggak bertemu papa mu” Yunho kembali duduk di sofa dan menyalakan iPad untuk mencari sesuatu di dalam sana.
“Sehat, ya sama anaknya aja jarang ketemu pak apa lagi sama temennya sendiri” Jujur Seulgi semakin deg degan ketika Yunho mencari sesuatu pada iPadnya.
“Haha dasar Seungwon masih gak berubah dari dulu” Yunho tertawa mendengar pernyataan Seulgi mengenai temannya.
Tak lama Yunho memberikan iPad pada Seulgi yang terlihat sebuah video dari sebuah camera mobil. Seulgi mengenal latar tempat yang ada di dalam video tersebut. Tak lama seseorang yang berpakaian serba hitam dan tertutup menghampiri mobil tersebut dan membuka kap mesin.
“Itu video yang terekam dari camera dashboard punya Wendy, saya sudah perintahkan anak buah saya untuk mencari pelaku tersebut” Seulgi tak bergeming, matanya masih saja terpaku pada video tersebut. Dadanya merasa sesak, kejadian silam ter putar kembali di pikirannya. Tak ingin berlarut dalam masa lalu, Seulgi mematikan video tersebut dan mengembalikan iPad pada Yunho. Seulgi mengatur napasnya.
“Boleh saya minta video tersebut?” ucap Seulgi.
“Nanti saya kirim melalui email, tenang saja Seulgi cepat atau lambat pelakunya akan saya tangkap” Yunho mengetahui kalau Seulgi pasti teringat kejadian kecelakaan temannya, tangannya menepuk-nepuk bahu Seulgi untuk menguatkan Seulgi agar tidak sedih.
“Terima kasih banyak pak, kalau nggak ada bapak pasti saya gak akan tau penyebab kejadian tersebut” Seulgi tersenyum pahit.