Different – One


Setelah selesai memeriksa kandungannya, Jennie bergegas masuk ke dalam mobilnya. Kepalanya terasa pusing dan badannya sedikit pegal-pegal karena usia kandungannya telah memasuki 17 minggu.

“Pak langsung pulang ya.”

“Nggak jadi beli buahnya nyonya?”

“Nanti aja deh suruh mbak asih yang beli,” Jennie menghela napas panjang dan memejamkan matanya sembari memijat pelan kepalanya.

“Baik nyonya,” ucap sang supir.


“Nyonya, kita sudah sampai.”

Jennie yang sempat ketiduran akhirnya membuka matanya dan melihat keluar jendela, “Loh pak kok kesini sih?”

“Maaf nyonya, tapi nyonya Rose nyuruh saya antar nyonya ke sini,” ucap sang supir yang masih berada di kursi kemudi.

“Ck! Maunya apa sih! Udah tau pusing banget! Yaudah kamu langsung pulang aja saya bareng Rose,” ucap Jennie kesal.

“Baik nyonya,” sang supir bergegas keluar dan membukakan pintu belakang. Tak lupa ia membantu Jennie turun dari mobil.

Saat Jennie sudah turun dari mobil seluruh karyawan yang berada disana menunduk hormat padanya. Jennie hanya membalas dengan senyuman tipis. Salah satu security menghampiri Jennie dan mengawal dirinya hingga sampai di ruangan Rose.