Different – Two
“Hi sayang!” sapa Rose yang langsung menghampiri Jennie untuk memeluknya. Namun Jennie menghindari Rose.
“Udah selesai?” tanya Jennie.
“Udah kok sayang, gimana tadi periksanya? Baby kita sehat?” Rose mengusap perlahan perut Jennie yang sudah membesar.
“Don’t touch the baby!” Jennie menepis tangan Rose, “Cepet deh aku capek banget ini.”
Rose menghela napas panjang, “Iya iya ayo kita pulang.”
Rose mengambil tasnya dan berlalu keluar dari ruangan nya yang di ikuti Jennie di belakangnya. Keduanya masuk ke dalam lift. Saat didalam lift, Rose menekan tombol rooftop yang memuat Jennie bingung.
“Mau ngapain ke rooftop?” tanya Jennie heran.
“Katanya mau pulang,” ucap Rose santai.
“Emangnya mobil kamu ada di rooftop?! Nggak usah yang aneh-aneh deh! Aku beneran capek ini!” protes Jennie.
Rose tidak menanggapi ocehan Jennie sampai pintu lift terbuka. Jennie dikejutkan dengan sesuatu yang berada di hadapannya.
“Ayo pulang udah nungguin itu pilotnya,” ucap Rose yang menggenggam tangan Jennie dan berjalan mendekat helikopter.
“Ngapain kita naik ini?” tanya Jennie bingung.
“Ya biar cepet sampe sayang, ayo masuk,” Rose membantu Jennie masuk ke dalam helikopter.
“Ke rumah ya,” ucap Rose pada pilot.
“Siap nyonya,” tak lama Rose masuk ke dalam helikopter.
“Kamu makin sini makin stress tau nggak!” ucap Jennie.
“Hehe I know,” ucap Rose cengengesan.