Halusinasi


Cuaca pagi hari ini terlihat berawan gelap seperti menandakan akan turun hujan di siang hari. Entah mengapa dirinya ingin sekali menggunakan motornya untuk pergi ke kampus. Mungkin karena sudah lama dirinya tidak mengendarai motor kesayangannya. Tanpa ragu Seulgi menaiki motornya dan melajukan motornya menuju kampus. Di perjalanan pikirannya masih saja teringat kejadian di rumah. Mengapa suasana rumahnya begitu asing dan juga mengapa papanya tidak mengenali Irene.

Karena lamunan nya tersebut hampir saja ia menabrak seseorang yang sedang menyeberang jalan di zebra cross. Ternyata dirinya tidak menyadari kalau sedang lampu merah. Orang tersebut marah-marah padanya karena tidak hati-hati dalam mengemudi. Seulgi meminta maaf pada orang tersebut. Namun pandangannya ter alihkan pada sosok wanita yang sedang menyeberang jalan melewati dirinya begitu saja. ‘Kak Irene’ batinnya.

Karena terpana dengan sosok wanita tersebut, Seulgi kembali tidak sadar jika lampu merah sudah beralih ke lampu hijau. Alhasil dirinya di beri klakson dari beberapa mobil di belakangnya. Begitu sadar dari lamunan nya Seulgi langsung menepikan motornya di jalan raya. Lalu Seulgi meninggalkan motornya dan mengejar wanita yang diduga adalah Irene.

Setelah beberapa meter Seulgi mengejar wanita tersebut hingga begitu dekat. Tangan Seulgi langsung menarik tangan wanita tersebut hingga sang wanita berbalik badan menatap Seulgi. Benar. Dia Irene.

”Kak Irene” ucap Seulgi pada wanita tersebut.

”S-Siapa???” raut wajah wanita tersebut terlihat begitu ketakutan seperti melihat orang asing yang ingin menculiknya.

”Ini aku Seulgi kak…” Seulgi baru menyadari kalau dirinya masih mengenakan helm, pantas saja wanita tersebut seperti ketakutan. Akhirnya Seulgi melepaskan helmnya dan kembali menatap wanita di hadapanya.

”Seulgi?” tanya wanita tersebut.

”Iya ini aku Seulgi kak” jelas Seulgi yang begitu gembira karena dapat bertemu Irene kembali.

”S-Saya tidak kenal kamu, kamu salah orang…” wanita tersebut mencoba untuk pergi, namun Seulgi menahannya.

”Kak Irene? Ini aku Seulgi, Kang Seulgi” Seulgi masih saja menahan lengan wanita tersebut, membuat wanita di hadapannya tidak nyaman.

”Saya tidak kenal kamu dan nama saya bukan Irene, tolong lepaskan saya” wanita tersebut sekuat tenaga melepaskan genggaman Seulgi. Seketika hujan turun begitu deras membuat Seulgi menatap ke arah langit. Wanita tersebut menggunakan kesempatan untuk lepas dari Seulgi ketika ia lengah. Seulgi sadar, dan melihat wanita tersebut lari menjauhi dirinya.

”Kak Irene mau kemana?!!” Seulgi mengejar wanita tersebut. Namun langkahnya terhenti ketika wanita tersebut lari ke arah jalan raya dan ter tabrak sebuah truk yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

”IRENE!!!” Seulgi teriak histeris. Langkahnya dengan cepat menuju tempat di mana Irene ter tabrak. Namun Seulgi tak menemukan tubuh Irene. Seulgi kebingungan.

”Irene? Kak? Kak Irene?!!” Seulgi masih saja mencari sosok Irene di jalan raya. Seketika banyak orang yang berdatangan mengelilingi Seulgi.

”Pak! Bapak liat tadi wanita tadi yang ke tabrak? Dimana dia?” Seulgi bertanya pada salah satu orang yang berada di sekelilingnya. Namun orang tersebut masih saja diam menatap dirinya.

”Mbak mbak, liat kan tadi wanita yang ke tabrak disini? Dimana sekarang mbak? Mbak? Jawab mbak?! DIMANA IRENE?!!!’ Seulgi merasa frustrasi. Mengapa semua orang tidak mau menjawab dirinya. Seketika ada sebuah tangan menariknya bahunya dan menampar pipinya.

”Seulgi sadar!!!” ucap seseorang yang terdengar sangat familiar. Seulgi mengedipkan matanya beberapa kali untuk memfokuskan pandangannya. Seulgi melihat seseorang berambut pirang sedang mengenakan payung hitam.

”Wendy?” tanya Seulgi untuk memastikan jika di hadapannya itu sahabatnya.

”Iya ini gua Wendy, ayo bangun” Wendy membantu Seulgi untuk berdiri.

”Tapi Wen tadi… tadi…” Seulgi masih saja terus mencari sosok Irene.

”Siapa? Lo cari siapa? Lo dari tadi teriak teriak di tengah jalan bikin macet, sadar Seulgi!!” Wendy menarik Seulgi untuk menepi dan membubarkan beberapa orang yang berkumpul melihat Seulgi berteriak menyebut nama Irene.

”Wen tadi gua liat kak Irene! Dia lari dari gua dan… dan… tadi dia ketabrak truk itu…” jelas Seulgi untuk meyakinkan Wendy.

”Seulgi, lo halusinasi! Gak ada kak Irene disini, itu cuma imajinasi lo” jelas Wendy.

”Lo inget kak Irene?” tanya Seulgi dan di jawab Wendy dengan anggukan.

”Tapi kenapa bokap nyokap gua gak kenal kak Irene?” tanya Suelgi lagi.

”Karena ini bukan dunianya dia Gi…”

”Kita berada di dunia dimana orang orang sudah pergi untuk selamanya” jelas Wendy.