Hatred : Four


Selene dan Joelle kini sudah berada di ruangan Shalgie berada. Di ruang tersebut sudah terdapat Griselda dan Raegan yang menunggu kedatangan sang Eldest.*

“Sorry ya lama, biasa ada yang caper,” ucap Joelle.

“Iya nggak masalah, udah biasa kok, silahkan duduk,” ucap Shalgie.

Selene dan Joelle pun duduk di sofa bersebelahan, “Well gimana? Siapa pelakunya?” tanya Selene.

“Lo–”

BRUK!

Shalgie terdiam ketika melihat Selene terbanting ke lantai dengan keras. Sama halnya dengan yang lain, mereka pun terkejut dengan kedatangan Nicole secara tiba-tiba lalu membanting tubuh Selene dengan mudahnya.

“Akhh! My back!” ringis Selene.

“Kalian lihat? Begitu caranya membanting Eldest yang benar!” ucap Nicole pada murid-muridnya yang menyaksikan aksinya dari luar ruangan.

“Wah gila sekali banting dong,” bisik-bisik para murid yang masih terpana dengan aksi Nicole menjatuhkan ibunya. Selene.

Nicole pun berjalan hendak keluar dari ruangan. Tiba-tiba Selene menyerang dirinya dari belakang. Dengan cepat Nicole menghindar lalu memukul keras wajah Selene.

“Akh fuck!” ringis Selene lagi sembari menutupi wajahnya.

“Satu hal yang kalian harus perhatikan! Jangan pernah lengah! Gunakan indera kalian untuk membaca gerakan lawan! Kalian paham?!” ucap Nicole dengan nada kesal.

“Paham!” jawab sang murid dengan kompak.

“Don’t let them ruin your dress and make up! Now go back to your class!” ucap Nicole. Kemudian ia meninggalkan Selene yang masih meringis kesakitan.

“I told you,” gumam Griselda.

“Siapa suruh jailin anak sendiri, pfft,” ledek Joelle.

“Gila kok dia makin kuat,” ucap Selene.


Eldest : pemimpin para vampire yang berhak membuat peraturan untuk menjaga kedamaian antara vampire dengan manusia.