Hatred : Nineteen
Berlin
Yuri pun sampai di kediaman Willma. Beberapa orang yang merupakan penjaga rumah menyapa dirinya. Senyuman hangat ia lontarkan kepada mereka. Sampainya di dalam rumah, Yuri tidak dapat mencium aroma keberadaan sang pemilik rumah.
“Ma’am,” ucap seseorang dari belakang.
Yuri memutar badannya lalu menatap pada pria bertubuh kekar yang selalu mengikuti kemana Willma pergi, “Oh hi Jason, where is Willma?”
“Ma’am Willma ditangkap para Hunter, saya minta maaf,” Jason menundukan kepalanya.
Senyuman Yuri pudar seketika. Ia menatap Jason dengan tajam. Kakinya melangkah mendekati Jason. Seperkian detik tangannya berhasil menerobos masuk pada dada Jason kemudian menggenggam kuat jantungnya membuat Jason kesakitan.
“What did you say?” tanya Yuri sembari mendekatkan wajahnya pada Jason.
“Aakh… S-saya minta maaf ma’am, t-tapi kemarin ma’am Willma tidak ingin dikawal karena ingin bertemu seseorang,” ucap Jason.
“Who?!!” Yuri semakin mencengkram kuat jantung Jason.
“Arrrgghhh… K-kateryn… Kateryn Dawson…,” ucap Jason.
Yuri diam sejenak. Ia mengeraskan rahangnya. Kemudian mencabut tangannya membuat Jason bernapas lega. “Siapkan pasukan, malam ini kita jemput Willma,” ucap Yuri.
“B-baik ma’am.”