Hatred : Thirteen


“Aaahh ma’am.”

“You’re mine, don’t call me ma’am again.”

“Mmhh yes babe,” Dain tersipu malu ketika Kateryn menatapnya begitu dekat.

“Good girl,” Kateryn kembali pada aktivitasnya. Ia sibuk mencium dan menjilati leher Dain dengan penuh nafsu. Lalu ia turun untuk menjilati dadanya yang sudah terekspos.

“Oh fuck~” Dain yang berada diatas pangkuan Kateryn pun mendesah nikmat sembari ia menjambak rambut sang pelaku yang membuatnya mabuk kepayang.

“Bloody hell! Are you serious?!” teriak seseorang membuat Kateryn dan Dain terekjut. Mereka menatap orang tersebut tengah berdiri di ambang pintu.

“Ma’am Nicole…,” dengan cepat Dain menutup kemejanya dan segera turun dari paha Kateryn.

“Bisa nggak lo ketok pintu dulu?!” kesal Kateryn.

“Bisa nggak lo nggak ngewe di sekolah?! Semua vampire disini bisa denger desahan dia!!” ucap Nicole tak kalah kesal.

“Bacot banget, mau ngapain lo kesini?!” tanya Kateryn.

“Nyokap lo manggil disuruh keruangannya,” jawab Nicole.

“Mau ngapain?” Kateryn menaikan alis kanannya.

“Nggak tau,” Nicole mengangkat bahunya.

“Yaudah nanti gue kesana,” ucap Kateryn.

“SEKARANG!” ucap Nicole.

“Ganggu aja bangsat,” dumal Kateryn kemudian ia bangkit dari kursi.

“Kamu tunggu sini, aku nggak lama,” bisik Kateryn pada Dain. Lalu ia mengecup bibirnya sebelum ia keluar ruangan.

Dain hanya diam menatap kepergian Kateryn. Ia merasa sangat malu karena terpergok aksi panasnya dengan Kateryn oleh Nicole.

“Congrats ya Dain,” ucap Nicole memecahkan keheningan diruang kerja Kateryn.

“Oh iya ma’am terima kasih hehe,” ucap Dain kaku.

“Kalau gitu saya pergi dulu,” Nicole membalikan badan hendak keluar ruangan. Namun ia menoleh ke arah Dain membuat si hunter baru menatap heran.

“By the way, I like your boobs, very big, like Griselda’s boobs,” ucap Nicole membuat Dain terkejut sekaligus malu.

“Okay bye sweetie,” Nicole pun keluar dari ruangan beigut saja.