Hatred : Twelve


Cahaya matahari pagi telah mengusik tidur nyenyaknya seseorang. Dain. Perlahan ia membuka matanya lalu mencari ponsel miliknya disebelah bantal. Nihil. Ia pun terpaksa bangun untuk mencari keberadaan ponselnya. Tetap ia tidak menemukannya. Merasa frustasi ia pun segera turun dari kasur lalu berjalan keluar menuju dapur. Matanya masih terasa sangat berat. Ia hanya membuka sedikit matanya untuk melihat jalan. Beberapa kali tubuhnya terpentok sudut tembok. Ia pun bingung. Mengapa dapur di asramanya cukup jauh. Lalu megapa banyak sekali benda-benda antik nan mewah di sepanjang ia jalan.

Ia pun tidak memperdulikannya. Tenggorakannya terasa sangat kering. Ia butuh air segera. Sampainya di dapur, ia mengambil gelas dan botol air dingin dari dalam kulkas. Ia menuangkan air segera ke dalam gelas lalu meneguknya hingga kandas.

“Good morning sweetheart,” ucap seseorang dari belakangnya membuat ia terkejut.

Dain memutar badannya lalu menatap orang yang sudah menyapanya. Arine. Ia kebingungan. Mengapa Arine berada di asrama. Kemudian Shalgie pun muncul menatap dirinya dengan aneh.

“Masih belom siap? Satu jam lagi pelantikan dimulai,” Shalgie pun duduk dimeja makan.

Dain semakin bingung, “Kalian ngapain disini?” tanya Dain dengan wajah polosnya.

“Good morning mom, mah,” ucap Kateryn yang baru saja muncul entah dari mana. Kemudian ia mendekat kearahnya dan mengecup keningnya.

“Bajunya udah aku siapin dikasur,” bisik Kateryn.

Dain mencoba mencerna apa yang terjadi. Tak lama ia pun segera sadar. Matanya membulat dengan mulut menganga lebar. Ia ingat kalau semalam Kateryn membawanya pulang kerumahnya. Satu hal lagi. Ia melirik baju yang ia kenakan ternyata bukanlah baju miliknya. Melainkan kaos hitam dengan ukuran sedikit lebih besar milik Kateryn.

“Oh shit,” Dain pun segera berlari menuju kamar untuk membersihkan diri.

“Kok bisa sih kamu sama dia?” tanya Arine.

Kateryn mengangkat bahunya lalu tersenyum. Ia pun duduk dikursi makan dan menunggu Dain selesai membersihkan diri. “Kamu mau ikut acara pelantikan?” tanya Shalgie.

“Iya, sekalian nganterin Dain,” jawab Kateryn.