Hatred : Twenty Seven


“Mau ngapain kesini?” tanya Willma pada kemunculan seseorang yang ia kenal. Arine.

“Melepaskan mu,” Arine menghampiri Willma kemudian ia melepaskan kedua borgol di tangannya.

Willma menatap aneh padanya, “Untuk apa?”

“Menyelamatkan Kateryn dari anak buah mu,” jawab Arine. Willma terkejut.

“Pergilah, selamatkan Kateryn, bawa Kateryn bersamamu, dan jangan pernah kembali ke Georgia,” ucap Arine membuat Willma semakin bingung.

“CEPAT PERGI!! SEBELUM SAYA BERUBAH PIKIRAN!” teriak Arine.

Tanpa bertanya apapun, Willma menuruti perintah Arine. Ia segera pergi untuk menyelamatkan Kateryn. Arine pun terjatuh lemas. Ia merasa tidak berguna sebagai ibu dari Kateryn.


Few Days Ago

Arine merebahkan tubuh Kateryn yang terbujur kaku di sebuah peti mati. Ia menatap wajah sang anak begitu lama. Kemudian ia memegang kepala Kateryn untuk membaca memori sang anak untuk beberapa abad yang lalu.

1670

Hari ini Kateryn baru saja selesai menjual beberapa tanaman herbal yang ia tanam sendiri kepada para ilmuwan dan dokter untuk dijadikan obat. Karena pada saat itu sangat maraknya penyakit mematikan membuat para dokter dan ilmuwan membutuhkan begitu banyak herbal. Walaupun sangat merepotkan, namun ia bertekad untuk mencari uang dengan cara yang lazim untuk membahagiakan calon istrinya. Willma.

Karena jarak dari rumah dengan rumah sakit cukup jauh. Menyebabkan Kateryn pulang telat. Sebenarnya ia bisa saja berlari dan sampai di rumah tepat waktu. Namun ia diberi tumpangan oleh pihak rumah sakit untuk diantarkan pulang menggunakan kereta kuda.

Sebelum kereta kuda sampai di depan rumah. Kateryn melihat rumahnya penuh dengan kobaran api cukup besar. Sontak ia meminta untuk berhenti lalu berlari menuju rumahnya untuk menyelamatkan Willma.

“WILLMA!!” teriak Kateryn.

“Itu dia teman si vampire!!” Kateryn terkejut ketika melihat begitu banyak penduduk kota tengah ramai membawa senjata tajam dan juga obor.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN?!!!” tanya Kateryn.

“Beraninya kau menyimpan seorang monster di kota ini!!” ucap salah satu pria.

“Sudah bunuh saja sekalian dia!! Dasar pembawa sial!!!” pekik seseorang membuat seluruh orang-orang berseru lalu beberapa dari mereka melepaskan tembakan pada Kateryn hingga mengenai tubuhnya.

“Akh!” Kateryn tersungkur. Namun tak lama ia kembali bangkit membuat seluruh penduduk terkejut dan sekaligus takut.

“Beraninya kalian mengusik kehidupan keluarga saya! KALIAN AKAN TERIMA AKIBATNYA!!!” pupil matanya berubah menjadi biru terang. Taringnya pun mencuat keluar terlihat begitu sangat tajam.

Emosinya sudah di puncak. Ia sangat murka pada seluruh penduduk yang telah mengusik kehidupan dirinya dengan Willma. Tanpa berpikir panjang Kateryn secara membabi buta membunuh penduduk kota yang berada di hadapannya. Sebagian berlari ketakutan menuju kota. Namun Kateryn tetap mengejarnya. Ia terus saja membunuh manusia yang ada di hadapannya sampai lautan mayat manusia berserakan diseluruh kota.


Arine menarik napas begitu dalam. Melihat putaran memori yang di alami Kateryn membuat hatinya begitu sakit. Bagaimana bisa ia tidak mengetahui hal tersebut. Ia hanya fokus untuk membuat Kateryn melupakan kejadian buruk tersebut dan tidak memikirkan bagaimana perasaan Willma saat itu.

“Maafkan mommy nak,” Arine menitihkan air mata.

1437

“Ayo makan, mommy udah masakin kesukaan kamu,” ucap Airne pada Kateryn.

Kateryn tidak menyahutnya. Bahkan ia tidak menatap sang ibu sama sekali. Ia memilih untuk duduk di pojok ruangan dengan kedua tangannya yang di borgol.

“Kalau kamu tidak makan, kamu tidak akan memiliki tenaga,” ucap Arine.

“Sudah aku bilang aku tidak mau makan!! Aku hanya ingin darah manusia!!” pekik Kateryn mendapat tamparan keras dari sang ibu.

“Kendalikan nafsu mu!! Makanan kita memang darah! Namun bukan berarti kita membunuh manusia! Dahulu pun kita manusia!” Arine membentaknya.

“Makan!! Atau jangan harap kamu bisa minum darah hewan dua minggu kedepan!” ancam Arine membuat Kateryn segera menghabiskan makanan yang dibuatnya dengan lahap.

Ia tidak mau menahan rasa lapar akan darah untuk beberapa hari. Karena sebelumnya ia harus menerima hukuman tidak menyantap setetes darah pun hingga berbulan-bulan. Tentu saja Kateryn sudah dikurung oleh Arine hampir setahun lamanya. Tujuan Arine hanya satu. Untuk melatih anaknya mengendalikan nafsu laparnya akan darah manusia agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.