Hatred : Twenty Six


Anggota pack Dalton sudah sampai di SDA. Terlihat begitu banyak tubuh yang tumbang akibat perang antar vampire liar dengan Hunter. Tanpa berpikir panjang seluruh anggota pack Dalton berubah wujud menjadi serigala lalu membantu para Hunter melawan vampire liar.

Sedangkan Bebe tengah mengamati situasi sembari menolong beberapa Hunter yang tumbang. Memindahkan mereka pada tempat yang aman.

“Awas!” ucap salah satu Hunter pada Bebe.

Bebe menoleh kebelakang, terdapat vampire liar hendak menyerangnya namun gagal karena seseorang telah membunuhnya dengan cara memenggal kepala sang vampire menggunakan samurai.

“Are you okay?” ucap Hunter wanita.

Bebe terkesima dengan aksi wanita dihadapannya, “Okay kok.”

“Cepat bantu aku, disayap barat masih banyak vampire liar,” ucap sang Hunter bernama, Ji Kylie.

Bebe tersadar dari lamunannya, “Kalau gitu naik,” segera ia merubah diri menjadi serigala berbulu hitam pekat.

Satu sisi, Kateryn telah sampai di SDA. Nicole dan Griselda melihat kehadirannya. “NGAPAIN LO KESINI?!” pekik Nicole.

“Gue mau bantu kalian,” ucap Kateryn.

“Gue nggak butuh bantuan dari pengkhianat!” Nicole dengan cepat menyerang Kateryn.

“Gue bisa jelasin semuanya!” ucap Kateryn sembari menangis serangan Nicole.

“Gue nggak butuh penjelasan lo! Sekalinya pengkhianat tetap pengkhianat!!” Nicole hendak menancapkan pisau pada Kateryn, namun ia gagal karena Kateryn menghindar lebih cepat lalu dalam hitungan detik suara patahan tulang terdengar nyaring. Kateryn mematahkan leher Nicole.

“Beraninya lo!” Griselda melepaskan tembakan ke arah Kateryn. Lagi-lagi Kateryn berhasil menghindar. Ia pun melemparkan sebuah pisau pada Griselda dan berhasil tertancap di pahanya.

“ENOUGH!!!” teriak Kateryn berhasil membuat seluruh Hunter dan vampire liar berhenti berkelahi.

“There you’re!” ucap Yuri yang baru saja muncul di hadapan Kateryn.

“Lo nyariin gue kan? Bawa pergi pasukan lo,” ucap Kateryn.

“Haha gue suka nyali lo, dimana Willma?” tanya Yuri.

“Tempat yang aman,” ucap Kateryn.

Yuri terkekeh pelan, kemudian ia menghantam tangannya pada dada Kateryn hingga berhasil masuk ke dalam tubuhnya kemudian mencengkeram kuat jantung Kateryn.

“Jangan main-main sama gue atau lo mati sekarang,” ucap Yuri.

Kateryn tertawa seraya meringis menahan rasa sakit, “Kalau gue mati, Willma pun mati, dan lo pun mati,” jelas Kateryn.

“Maksud lo apa?!” Yuri semakin menekan jantung Kateryn hingga membuatnya sulit bernapas.

“Akh! Haha, karena gue masternya,” Kateryn menyeringai.

Yuri semakin kesal. Ia tidak dapat membunuh Kateryn. Akhirnya Yuri mencabut tangannya lalu menyuruh Jason untuk membawa pergi Kateryn.