Hatred : Twenty Two


Georgia

Deru suara mobil menggema keseluruh penjuru Saint Dawson Academy. Terlihat begitu banyak mobil berwarna hitam baru saja datang dan berhenti didepan gerbang membuat fokus para murid teralihkan. Dengan serempak muncul begitu banyak vampire liar keluar dari mobil tersebut. Diperkirakan jumlahnya sekitar seratus lebih.

Melihat keramaian vampire liar membuat penjaga bersiaga didepan gerbang untuk menghalau mereka masuk ke dalam SDA. Tak lama seorang wanita muncul dari kerumunan para vampire liar. Wanita tersebut berjalan dengan santai menuju para penjaga SDA yang merupakan Hunter vampire.

Sebelum wanita tersebut mengeluarkan suara, kerumunan vampire liar membelah memberikan jalan untuk mobil yang baru saja datang. Mobil tersebut berhenti tepat di depan sang wanita. Wanita tersebut tersenyum ketika melihat pemilik mobil dan satu penumpang turun tengah menatapnya bingung.

“Yuri? Mau ngapain kamu kesini?” tanya Selene.

“Hi ma’am Selene, hi ma’am Joelle, long time no see,” ucap Yuri.

“Are they your people?” tanya Joelle.

“Umm, actually they are not my people, but my master’s,” Yuri tersenyum lebar membuat Selene dan Joelle memincingkan mata mereka.

“Who is your master?” tanya Selene.

“Willma Deveraux, do you know her?” tanya Yuri.

“Not really, but I know her name,” ucap Joelle.

“We’d better talk inside, come on,” ucap Selene sembari mengajak Yuri untuk segera masuk ke dalam SDA. Namun Yuri menolak.

“I don’t have much time, saya meminta dengan hormat untuk melepaskan Willma sekarang,” Yuri menatap Selene dan Joelle dengan tatapan serius.

“Kalau kami tidak mengizinkannya?” tanya Joelle.

“Aku akan membunuh kalian semua, bagaimana?” Yuri tersenyum membuat emosi Joelle tersulut.

Selene segera menahan Joelle terlebih dahulu yang hendak menyerang Yuri, “Maaf Yuri, kami tidak bisa memberikan Willma begitu saja, jika kamu ingin berperang biarkan kami bersiap terlebih dahulu,” ucap Selene.

“Five minute,” ucap Yuri.

Selene menyeringai, “I like your tone, that’s way you’re my favorite Hunter,” Selene memberi isyarat pada Hunter vampire untuk segera mempersiapkan diri.

Tidak lama suara sirine berbunyi. Seluruh siswa-siswi calon Hunter segera berlari menuju tempat aman yang sudah disediakan. Sedangan para Hunter tengah sibuk menyiapkan diri untuk bersiap menjaga SDA dari para vampire liar. Joelle berlari ke dalam kemudian Selene mengamankan mobil sportnya agar tidak rusak.

Selagi menunggu para Hunter siap, Yuri memanggil Jason. “Sebagian berpencar, sepertinya Willma tidak ada disini, biar saya yang menghadapi para Hunter,” ucap Yuri.

“Baik ma’am,” Jason mengangguk lalu mengajak sebagian pasukan vampire untuk segera menyebar mencari keberadaan Willma.

Yuri melihat para Hunter berlari keluar dari gedung base. Ia menjentikkan jarinya membuat seluruh pasukan vampire berlari menyerang para Hunter. Perang pun dimulai. Yuri berjalan dengan santai masuk ke dalam SDA sembari menangkis beberapa serangan dari para Hunter. Tujuan ia bukanlah untuk membunuh Hunter, melainkan hanya membawa kembali Willma dan bertemu dengan sahabat lamanya, Kateryn. Namun ia pun tidak segan untuk membunuh apa bila ada yang menghalangi rencananya.

“Where are you Kateryn,” gumamnya.