Into your Arms : One
10 January 2022 – 2 PM
Seulgi turun dari mobil, ia memutar mobil hitam miliknya. Tangannya membuka pintu penumpang, terlihat Karina tersenyum ke arahnya dan mengulurkan tangannya memberi syarat jika ia ingin turun dari sana. Seulgi membantunya dengan hati-hati. Tak lupa ia menutup kembali pintu dan mengunci mobilnya.
“Kita mau makan disini mah?” tanya Karina.
“Kamu mau makan disini? Nggak mau makan dirumah oma?” tanya Seulgi.
“Mau makan disini! Boleh kan mah?” Karina menatap Seulgi.
“Tentu sayang,” Seulgi mengusap kepala Karina.
Seperti biasa Karina langsung menggenggam erat tangan Seulgi dan menariknya untuk segera masuk ke dalam cafe. Ketika sudah berada didalam cafe, mata monolidnya menyusuri setiap meja yang hampir terisi oleh para pengunjung. Matanya terhenti pada meja yang berada di ujung ruangan, terlihat seorang wanita tengah melambaikan tangannya dan tersenyum ke arahnya.
‘Cantik.’
“Sayang kita duduk disana yuk?” ucap Seulgi.
“Disana udah penuh mah… ih ada mami!” ujar Karina yang langsung melepaskan tangan Seulgi dan berlari ke arah meja ujung.
“Karina! Astaga…,” Seulgi menggelengkan kepalanya bingung melihat tingkah anaknya yang begitu senang bertemu dengan wanita asing yang baru ia kenal beberapa hari yang lalu.
“Mami!” Karina menghampiri Joohyun dan memeluknya.
“Hi cantik,” sapa Joohyun yang membalas pelukan Karina.
“Karina! Mana sopan santun kamu?” ucap Seulgi.
“Hehehe maaf ya tante,” ucap Karina dengan cengengesan.
“It’s okay honey, kamu boleh panggil tante apa aja yang kamu mau sayang,” kata Joohyun seraya mengusap lembut kepala Karina.
“Tapi sama mama nggak boleh panggil tante mami,” Karina melirik ke arah Seulgi yang sudah duduk di hadapan Joohyun.
“Kalau gitu panggil maminya kalau nggak ada mama kamu aja gimana?” ujar Joohyun yang menatap lekat wajah Karina.
“Hehe boleh tante hehe,” Karina tertawa sembari melirik Seulgi dengan tatapan jail.
“Astaga nih anak…,” ucap Seulgi.
“Sini duduk sebelah tante,” Joohyun membantu Karina untuk duduk di kursi sebelahnya.
“Apa kabarnya Seulgi?” tanya Joohyun.
“Saya baik, bagaiman dengan kamu?” Seulgi menatap wajah Joohyun.
“Baik juga, oh iya kalian udah pada makan belum? Tadi saya baru pesan kue, kamu suka kue red velvet nggak sayang?” Joohyun menatap ke arah Karina yang tengah melihat-lihat buku menu.
“Suka tante, biasanya aku sama mama suka makan disini makan kue red velvet hehe,” ucap Karina semangat.
“Wah pas banget, tunggu sebentar ya bentar lagi dateng, oh iya kamu mau minum apa Gi?” tanya Joohyun pada Seulgi.
‘Glek!’
‘Bahkan suaranya pun sama…’
Joohyun menunggu Seulgi tengah melamun menatapnya dengan tatapan kosong. “Seulgi?” panggil Joohyun.
“Biasanya mama minum caffe latte,” ucapan Karina membuyarkan lamunan nya.
“Caffe latte?” tanya Joohyun memastikan jika Seulgi ingin memesan itu.
“Ah iya caffe latte,” jawab Seulgi.
“Terus kamu mau minum apa?” Joohyun melirik Karina.
“Green tea frappe boleh?” tanya Karina pada Seulgi.
“Boleh sayang pesan aja,” jawab Seulgi.
“Aku mau green tea frappe tante!” ucap Karina.
“Mau ikut tante nggak? Kita pesen disana?” tanya Joohyun sembari menunjuk ke arah kasir. Lalu dijawab dengan anggukan dari Karina.
“Biar saya aja yang pesan,” ucap Seulgi.
“Udah saya aja, kamu disini aja,” bantah Joohyun yang segera bangkit dari kursi dan berlalu untuk memesan minuman pada kasir, tak lupa Karina yang mengikutinya sembari menggenggam tangan Joohyun.