Into your Arms : Part Three – Two
22 January 2022 – 5 PM
Waktu sudah pukul 5 sore. Seulgi masih terkena macet dijalan akibat banyaknya karyawan kantoran yang pulang membuat jalanan menjadi padat merayap. Ia merasa tidak enak karena telat menjemput Joohyun, ditambah Joohyun memberi tahu Seulgi kalau ia sudah menunggu di lobby kantornya dari beberapa waktu yang lalu. Setelah berjuang beberapa menit melewati arus macet, kini Seulgi menancapkan gas mobilnya menuju kantor Joohyun.
Tak lama kini mobil hitam yang di kendarai oleh Seulgi sampai di depan lobby kantor Joohyun. Matanya melihat Joohyun tengah berdiri menunduk sembari memainkan ponsel nya membuat dirinya semakin tidak enak. Dengan segera ia turun lalu berlari menghampiri Joohyun.
“Hi, maaf banget ya telat tadi ada tambahan kerjaan terus kena macet juga depan kantor,” jelas Seulgi.
“Astaga napas Seulgi haha, it’s okay, aku tau kok pasti kamu sibuk apa lagi sekarang kan senin, lagi pula nggak lama kok aku nunggu nya,” ucap Joohyun.
“Hehe maaf ya, ayo Hyun,” Seulgi mengajak Joohyun segera naik ke mobil, tak lupa ia membukakan pintu untuk Joohyun dan menutupnya dengan hati-hati sampai Joohyun sudah duduk di dalam mobil.
Tanpa sadar perlakuan Seulgi membuat Joohyun tersipu malu, namun ia berusaha untuk tidak terlalu terlihat oleh Seulgi. Ia melihat Seulgi sedikit berlari mengitari mobil lalu masuk ke dalam mobil.
“Karina masih di rumah nenek nya?” tanya Joohyun.
“Iya katanya mau nginep mumpung besok sekolahnya libur 2 hari,” tangan Seulgi merogoh sesuatu yang berada dibelakang kursi Joohyun.
“Loh libur apa? Emang besok tanggal merah?” Joohyun yang penasaran segera mengambil ponsel nya dan melihat kalender.
“Engga kok, di sekolahnya dipake buat dokumentasi kakak kelasnya makanya di liburin dulu,” jelas Seulgi.
“Yah kirain tanggal merah,” Joohyun memanyunkan bibirnya.
“Baru juga senin udah minta libur aja,” Seulgi mengambil sebuah bouquet bunga dari belakang dan memberikannya pada Joohyun, “Buat kamu.”
Joohyun membulatkan matanya terkejut melihat Seulgi memberikan bouquet bunga yang begitu besar untuknya, “B-buat aku?” Joohyun menatap Seulgi.
“Iya sebagai tanda maaf aku karena gagal ajak kamu ke pantai dan malah ngurusin aku sama Karina,” jelas Seulgi.
“Sebenarnya nggak masalah kok, lagi pula kan kamu sakit karena nganterin aku juga, jadi denger kamu sakit aku langsung minta alamat kamu ke Karina,” Joohyun yang tersenyum lebar membuat Seulgi terdiam sejenak menatap Joohyun.
“Makasih ya, bunganya, hehe,” ucap Joohyun kembali membuat Seulgi tersadar dari lamunan nya.
“Sama-sama,” Seulgi membenarkan posisi duduknya lalu melajukan mobilnya menuju restaurant.
“Gi serius mau makan disini? Rame loh, aku aja selalu nggak kebagian antrian,” ucap Joohyun yang khawatir sembari melihat ke arah pintu masuk restaurant.
“Tenang aja, aku udah booking kok,” ucap Seulgi.
“Serius? Pasti booking dari kapan tau ya?” tanya Joohyun.
“Enggak kok, tadi siang baru booking,” jawab Seulgi.
“Bohong banget!” ucap Joohyun tak percaya.
“Beneran,”
“Kok bisa?! Pake ordal ya?!”
“Kok tau? Haha”
“Pantesan aja, enak banget punya ordal, bisa kapan aja kesini,” Joohyun memanyunkan bibirnya.
“Kan yang penting kamu udah disini bareng aku,” ucap Seulgi.
“Iya juga sih….”
“Joohyun,” panggil Seulgi.
“Hm?” sahut Joohyun yang menatap wajah Seulgi.
“Maaf ya,” ucap Seul yang membuat dahi Joohyun mengerut.
“Buat?” tanya Joohyun.
Tidak menjawab pertanyaan Joohyun, Seulgi mencondongkan badannya mendekat ke arah Joohyun lalu mendekati lehernya. Joohyun yang terkejut ia langsung memejamkan matanya sembari menahan napas. Seulgi menyibakan rambut Joohyun lalu melihat lehernya yang sedikit ada bekas tanda ulahnya beberapa hari yang lalu.
“Maaf gara-gara aku nggak mikir panjang jadi begini,” ucap Seulgi pelan sembari mengusap lembut leher Joohyun.
Merasakan sentuhan lembut di lehernya, Joohyun menarik napas dalam dan membuka kedua matanya, lalu ia menatap wajah Seulgi yang begitu dekat, “Gi…,” ucap Joohyun yang terdengar menahan napas.
“Hm?” Seulgi menatap kedua mata Joohyun cukup lama, tatapan nya membuat Joohyun meneguk ludahnya.
“A-aada orang yang ngeliatin…,” bisik Joohyun.
Dengan cepat Seulgi menengok ke depan mobil dan terkejut melihat seseorang sedang menyilangkan tangan menatap ke dalam mobil, “Si anjir….”