Kain Merah
“Kok kuping aku pengang ya,” ucap Jeongyeon pelan. Ia tengah fokus menyetir sembari menggenggam erat jemari tangan Nayeon.
“Yang kamu beneran nggak mandi?” tanya Nayeon penasaran.
“Iya hehe,” jawab Jeongyeon sembari cengengesan.
“Ih sumpah ya jorok banget sih,” Nayeon sedikit menjauh dari Jeongyeon dan melepas genggaman tangan mereka.
“Ih kok di lepas sih?!” protes Jeongyeon.
“Kamunya bau belom mandi,” ledek Nayeon.
“Lagian beli pussy doang elah ngapain mandi, nanti juga kamu rebahan di kamar aku,” jelas Jeongyeon.
“Tapi setidaknya dong yang mandi kek ih, bauuuuu,” protes Nayeon yang menutup hidungnya.
“Enak aja, aku wangi tau, buktinya kamu tadi nempel-nempel aja,” jelas Jeongyeon.
“Ya itu sih tadi belom kecium, sekarang udah, bauuuuuu,” ledek Nayeon.
“Terus aja yang terus.”
“Hahahaha wleeeee.”
“Ngeledek aja lu.”
“Biarin wle! Eh aku baru sadar, kamu beli mobil baru bukan?” tanya Nayeon.
“Dapet gratis dooooong,” jawab Jeongyeon.
“Dari siapa?” Nayeon sedikit curiga.
“Kepo ah kamu,” jawab Jeongyeon.
“Mobil orang kali ini, setau aku kamu kemaren nggak kemana-mana deh,” jelas Nayeon yang masih penuh curiga pada Jeongyeon.
“Enak aja! Ini punya aku tau!” protes Jeongyeon.
Nayeon yang penasaran dengan seluruh interior mobil, tangannya memeriksa beberapa fasilitas yang terdapat di mobil tersebut. Hingga ia membuka laci dashboard yang menampilkan sebuah kain tipis berwarna merah.
“Yang ini punya siapa?” tanya Nayeon sembari menunjukan kain tersebut pada Jeongyeon menggunakan ujung jarinya.
Seketika Jeongyeon menghentikan mobilnya mendadak. Untung saja jalanan sedang sepi. “What the… punya siapa itu yang?!” tanya Jeongyeon terkejut.
“Ini ada dimobil kamu, kok malah tanya aku sih?!” Nayeon melempar kain tersebut ke wajah Jeongyeon. “Gue turun disini, balik lo sana bajingan.”
“Mau kemana kamu?!” Jeongyeon menahan tangan Nayeon yang hendak turun dari mobil.
“Lepasin! Gue mau balik!” protes Nayeon yang berusaha melepas cengkeraman tangan Jeongyeon pada lengannya.
“Nggak! Jelas-jelas aku nggak tau ini punya siapa, ngapain kamu pulang?!” jelas Jeongyeon.
“PUNYA SIAPA LAGI DONG ITU? GUE?! GUE AJA BARU MASUK YA SEKARANG KE MOBIL BARU LO, NGGAK USAH NGARANG-NGARANG CERITA DEH LO! UDAH JELAS-JELAS BUKTINYA ADA DI MOBIL LO!!” teriak Nayeon yang terlihat sangat marah pada Jeongyeon.
“Ini bukan mobil aku yang! Ini mobilnya kak Seulgi! Aku dapetin mobil dia karena aku menang taruhan!” jelas Jeongyeon.
“Bullshit! Lepasin gue!!”
“Nggak akan!”