Kesal


Sampai nya di rumah Nayeon, Jeongyeon segera masuk ke dalam rumah yang super besar. Langkahnya mengitari beberapa ruangan untuk mencari keberadaan Nayeon, namun nihil. Ketika hendak menginjakan kakinya ke lantai dua, Jeongyeon di kejut kan oleh seseorang yang sedang berdiri di tengah tengah ujung tangga, dengan kedua tangan di lipat pada dadanya.

“Ngapain?” tanya Jeongyeon dengan posisi kepala sedikit mendengak ke atas. Namun seseorang yang di tanya hanya diam sembari menghampiri dirinya.

“Mana?” sebuah tangan terulurkan di hadapan Jeongyeon dengan posisi meminta sesuatu. Lalu Jeongyeon menaruh sekotak pizza pada tangan tersebut.

“IH BUKAN ITU JEJE!” Nayeon menjatuhkan kotak pizza yang sudah Jeongyeon beli ke lantai. Mulai lagi keluar sifat rese anak boss nya ini, batin Jeongyeon.

“Mana uang aku?” tanya Nayeon dengan nada ketus. Jeongyeon menghela napas panjang, ia tidak menjawab langsung, melainkan mengambil kotak pizza yang di jatuhkan Nayeon.

“Buat apa?” Jeongyeon kini menatap lekat wajah Nayeon tanpa ekspresi.

“Kepo banget sih, udah siniin uang aku” kini Nayeon mencoba untuk meraih tas Jeongyeon untuk mengambil dompetnya. Namun dengan cepat Jeongyeon menghindar dan menepis kan tangan Nayeon.

“Gak ada” jawab Jeongyeon.

“JEONGYEON!” teriak Nayeon pada Jeongyeon yang kini meninggalkan dirinya begitu saja.