Menggoda

Matahari sudah keluar dari persembunyiannya. Sebagian orang sudah ada yang bangkit dari mimpinya dan melanjutkan hidup mereka. Ada pula sebagian orang yang masih terjebak dalam mimpi indahnya. Seorang wanita yang mengenakan kemeja putih dan coat coklat sedang menatap dirinya pada pantulan cermin di hadapannya. Ingin sekali rasanya dirinya menikmati hari ini penuh dengan ketenangan tanpa harus di usikan soal pekerjaan. Namun sayangnya hari ini adalah hari penting bagi kelangsungan perusahaan miliknya, maka dari itu dirinya di haruskan untuk datang langsung ke perusahaanya.

“Are you sure about this Seulgi?” tanya seorang wanita yang secara tiba-tiba muncul di belakang Seulgi.

“Yeah” wanita tersebut mendekati Seulgi dan berdiri di hadapannya.

“I’m not sure, udah berapa banyak yang gagal karena ngga tahan” tangan wanita tersebut merapihkan kemeja Seulgi dan sengaja melepaskan beberapa kancing bagian atas membuat Seulgi terlihat lebih sexy.

“Apa salahnya mencoba” Seulgi menatap mata wanita tersebut dengan intens, tanpa disadari kini jarak mereka begitu dekat, membuat dirinya dapat merasakan hembusan napas wanita di hadapannya pada kulit dadanya.

“Bagaimana kalau tetap sama seperti sebelumnya? How you gonna do?” goda sang wanita tersebut seraya mendekati tubuhnya hingga bersandar pada tubuh Seulgi. Jarak wajah mereka saat ini hanya beberapa senti.

Dengan gerakan cepat, Seulgi mendorong tubuh wanita tersebut ke tembok dan menggengam erat kedua tangan wanita tersebut dengan posisi di atas kepala. “The first, I will try again, and the second, I think it will be nice if I break your neck now, Sohee” wanita yang bernama Sohee tertawa bahagia melihat Seulgi kesal akibat menggodanya di pagi hari.

“Haha easy baby” Sohee mengecup pipi Seulgi dan meninggalkan jejak akibat lipstik pada bibirnya. Tak butuh waktu lama Seulgi melepaskan tangan Sohee lalu membersihkan noda lipstik pada pipinya.

“Cepat turun, aku udah buatin sarapan”

“Ya”