Merajuk


“Udah dong ayang jangan ngambek lagi, kan mau beli pussy,” Jeongyeon mencoba merayu Nayeon yang tengah marah akibat ia telat bangun. Lebih tepatnya susah untuk dibangunkan.

“Apa sih pegang-pegang! Dah sana tidur lagi aja, emang aku mah nggak penting,” rajuk Nayeon yang membuang muka tidak ingin menatap wajah pacarnya.

“Iya deh nggak pegang-pegang, tapi jangan salahin aku ya kalau nanti ada yang megang aku,” mendengar ucapan Jeongyeon membuat Nayeon semakin kesal. Tangan Jeongyeon segera di genggam oleh Nayeon.

“Diem! Kamu punya aku! Nggak boleh ada yang megang-megang selain aku!,” ucap Nayeon.

“Kalau mami nggak boleh pegang aku?,” tanya Jeongyeon yang menatap ke arah Nayeon.

“Kecuali mami! Ayo jalan! Nanti pussynya keburu ilang,” rengek Nayeon.

“Astagaaaaa pacar aku gemesin banget sih,” Jeongyeon mengecup berkali-kali bibir Nayeon yang tengah manyun. “Pussynya nggak akan kabur ayang, kan udah dikandangin,” Akibat ulahnya kini Nayeon tersenyum lebar.