Mimpi
”Seulgi…”
”Seulgi bangun…”
”Seulgi bangun nak…”
Terdengar suara samar-samar seseorang memanggil-manggil namanya. Lalu ia membuka perlahan matanya untuk mengetahui siapa yang memanggil namanya terus menerus. Saat membuka mata butuh beberapa detik untuk menormalkan pandangannya yang buram. Terlihat seorang wanita yang menatap dirinya begitu dekat. Sampai akhirnya pandangannya kembali normal.
”Sayang ayo bangun, udah siang ini katanya kamu mau kuliah” ucap wanita tersebut.
”Dimana aku?” tanya Seulgi yang masih bingung mengapa dirinya berada di sebuah kamar yang begitu asing baginya. Terakhir yang dia ingat adalah dia sedang menangis tersedu sembari menyetir mobilnya.
”Astaga kamu mimpi apa Seulgi? Jelas ini di kamar kamu, ayo cepat bangun mama udah masakin makanan kesukaan kamu” ucap sang mama. Seulgi masih diam mencerna apa yang terjadi, namun mama Kang terus saja memanggil dirinya untuk turun dan segera sarapan. Terpaksa ia bangkit dari tidurnya dan turun menuju meja makan, di sana sudah ada mama dan papa Kang yang tengah menunggu kehadiran Seulgi.
”Selamat pagi putri tidur” ucap papa Kang pada Seulgi yang sudah duduk di hadapan mamanya. Kenapa suasana ini begitu familiar baginya, apa dirinya masih terbawa suasana mimpi tapi kenapa begitu nyata mimpinya.
”Pasti begadang lagi dia, kebiasaan banget” ucap sang mama sembari menyiapkan makanan untuk Seulgi dan suaminya.
”Kak Irene mana pah?” tanya Seulgi.
”Irene? Siapa Irene?” papa Kang merasa bingung dengan pertanyaan Seulgi.
”Irene asisten pribadinya papa” jelas Seulgi.
”Kamu tuh mimpi apa sih? Jelas jelas asisten pribadi papa ya mama kamu” ucap papa Kang. Seulgi semakin pusing, ada apa ini.
”Udah udah itu pasti kamu mimpi sayang, sekarang sarapan terus berangkat kuliah, udah jam 8 ini, katanya ada kuliah jam 9 kamu” ucap mama Kang.