Minta Maaf
Seulgi merasa bersalah karena membuat pacarnya marah akibat tidak dapat bertemu dengannya tadi malam. Tak hanya malam itu, namun sudah beberapa kali Irene tidak dapat bertemu dengan Seulgi karena kesibukan kantornya. Sesuai dengan harapannya, kini ia memiliki waktu luang untuk bertemu dengan Irene. Sebelum bertemu dengan Irene, ia terlebih dahulu membeli sebuah bouquet bunga, sebagai tanda permintaan maaf.
Sampainya di parkiran kampus, ia segera menghubungi Irene agar menemui dirinya di parkiran. Namun panggilannya selalu di tolak. Sudah di pastikan pacarnya ini sudah marah sekali. Dengan terpaksa dirinya harus turun dari mobilnya, dan mencari keberadaan Irene. Ketika sedang mengunci mobil. Indera pendengaran menangkap suara yang ia kenal. Seulgi menoleh ke arah sumber suara, ternyata sosok tersebut yang ia cari sedang mengomel pada teman-temannya. Sudah di pastikan Irene sedang mengomel tentang dirinya. Lucu juga melihat ekspresi wajahnya saat sedang marah.
Beberapa temannya menyadari keberadaan Seulgi lalu menyadarkan Irene agar dapat melihat dirinya. Namun Irene langsung membuang pandangannya tidak ingin melihat Seulgi. Tanpa menunggu lama, Seulgi mengambil bouquet bunga di dalam mobil, lalu menghampiri Irene yang sedang di tahan oleh teman temannya.
“Ih apaan sih…”
“Itu pacar lo juga ih parah banget”
“Hi, bisa pinjem Irenenya sebentar?”
“Hi kak, oh boleh nih ambil aja dari tadi rungsing pusing kita” teman-temannya mendorong tubuh Irene pada Seulgi dan meninggalkannya begitu saja.
“YAK!!” teriak Irene yang begitu melengking.
“Ayo makan siang” Seulgi menatap Irene begitu lekat.
“Gak” ketus Irene.
“Ini buat kamu” Seulgi memberikan sebuah bouquet bunga pada Irene.
Raut wajah Irene seketika berubah saat melihat bouquet bunga. Seulgi tau kalau pacarnya ini sangat menyukai bunga. Tanpa aba aba, Seulgi mengecup kening Irene lalu mengusap lembut pipinya seraya menatap kedua matanya.
“Maafin aku ya sayang, next time aku janji kalau mau berangkat aku bangunin km”
“Janji?”
“Iya sayang”
“Aku mau sushi sama ramen”
“Iya sayang ayo”