Nangis


Setelah deal taruhan pada group chat, Jeongyeon dan Winter segera keluar kamar mereka masing-masing lalu menuju kamar Seulgi yang berada di sebelah kamar Winter. Tidak ingin ketahuan oleh orang tua mereka, Jeongyeon dan Winter berjalan mengendap-endap melewati kamar Taeyeon dan Tiffany yang berada di depan kamar Winter. Berhubung kaki Winter masih di perban akibat insiden beberapa hari lalu, ia menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan, ia di tinggal duluan oleh Jeongyeon yang sudah berada di depan pintu kamar Seulgi.

Ketika beberapa langkah menuju kamar Seulgi, indra pendengaran nya menangkap suara tangisan yang berasal dari kamar orang tua mereka. Winter berhenti untuk memastikan suara tersebut, dan ternyata benar. Seketika Winter berubah arah menuju pintu kamar orang tua mereka. Jeongyeon yang melihat Winter berubah arah kebingungan.

“Yudi! Ngapain lo?!”, tanya Jeongyeon yang sedikit berbisik-bisik.

Winter menjawab pertanyaan Jengyeon hanya dengan gerakan kepalanya yang mengarah pada pintu kamar orang tua mereka. Setelah cukup berjuang dengan tongkatnya, Winter membuka perlahan pintu di hadapannya, lalu ia mengintip ke dalam kamar. Di dalam kamar Winter melihat Mami Tiffany yang sedang menangis terisak-isak dengan posisi meringkuk di atas kasur memunggunginya.

“Mami?”, tanya Winter yang segera masuk ke dalam kamar dan menghampiri Tiffany.

Mendengar Winter memanggil Tiffany, Jeongyeon memanggil Seulgi untuk mengecek ke kamar Tiffany. Winter berjalan mengitari kasur untuk berada di hadapan Tiffany. Tak lama Jeongyeon dan Seulgi masuk ke dalam kamar lalu menghampiri Tiffany yang masih saja menangis tersedu-sedu dan tidak ingin menatap anak-anaknya yang sudah mengumpul mengelilingi dirinya.

“Mami kok nangis?”, tanya Seulgi sembari mengusap lembut kepala Tiffany.

“Mami kenapa?”, tanya Jeongyeon yang sedang duduk didekat kaki Tiffany.

“Mami nangis gara gara aku?”, tanya Winter yang di jawab gelengan kepala oleh Tiffany.

“Gara gara aku?”, tanya Jeongyeon Tiffany masih menggelengkan kepalanya.

“Atau gara gara aku?”, kini Seulgi yang bertanya dan masih sama dengan jawaban Winter dan Jeongyeon.

Mereka bertiga saling menatap satu sama lain tanpa mengeluarkan satu kata pun, seperti mengerti apa yang di maksud oleh mereka, Jeongyeon memberi isyarat gerakan kepala untuk segera keluar dari kamar Tiffany. Seulgi, Jeongyeon, dan Winter segera keluar dari kamar Tiffany. Merasa kamarnya menjadi sepi Tiffany melirik sekitar kamar mencari keberadaan anak-anaknya.

“Kemana mereka?”, ucap Tiffany sedikit lirih dengan mata yang sembab.