Perlu Bantuan


'ting tong~'

'ting tong~'

Sebuah pintu terbuka lebar menampilkan seseorang yang terkejut saat melihat penampilan pelaku yang membunyikan bel pintunya.

“ASTAGA ROSÉ!! LO ABIS DARI MANA BASAH KUYUP GINI!!!”, tanya Jennie, namun Rosé hanya diam dan tersenyum kecut.

“Cepet masuk nanti lo sakit!” Jennie menarik Rosé masuk ke dalam apartemennya. Setelah di dalam apartemen, Rosé menahan lengan Jennie.

“Gue udah bilang” ucap Rosé yang menatap Jennie dengan tatapan kosong.

“Lo kerumah dia tadi? Ujan ujanan? Bener bener ya lo”, omel Jennie.

“Gue bilang kalo gue bakal tunangan” ucap Rosé lirih, tanpa disadar air matanya jatuh membasahi pipinya.

“What?! Apa lo udah gila?! Yang bener aja lo! Mana mungkin gue tunangan sama lo! Pacar beneran juga bukan!” Jennie tidak mengerti mengapa Rosé bisa mengatakan seperti itu pada Irene.

“Bantu gue... Bantu gue buat lupain dia...” hatinya sangat terasa sakit untuk mengatakan ini. Namun ia harus meneruskan rencana yang ia buat agar dapat melupakan Irene.

“Tapi Je...”

“Bantu gue untuk jatuh cinta sama lo, gue mohon”, Jennie menghapus air mata Rosé yang masih membasahi pipinya.

“Kenapa? Kenapa harus gue?”

“Karena cuma lo yang gue percaya”