Prompt – Propositum


Tahun 1994 : Amsterdam

“Mau kamu kasih mereka nama apa?”

“Kalau gimana Selgie dan Wenzie?”

“Bagus itu aku suka, Selgie Anastasia dan Wenzie Anastasia”

“Kalian akan menjadi anak yang kuat saat besar nanti seperti mami kalian”

“Mama kalian juga kuat kok, bahkan tahan berapa jam ya kemarin”

“Yuri!”

“Hahaha bercanda mama Tiffany sayang”


Tahun 2000 : Amsterdam

“Selgie! Wenzie!”

“Ya mama?”

“Kemari sayang, mama mau kasih kalian vitamin, kalian tiduran di kasur kalian”

“Mama kenapa vitaminnya ada dalam suntikan?”

“Wenzie takut suntikan…”

“Wenzie takut suntikan? Kenapa sayang? Setau mama Wenzie anak yang pemberani”

“Dia takut karena dokter gigi kemarin ma, kata Wenzie dokternya menyeramkan”

“Kalau Selgie takut sama suntikan?”

“Engga”

“Kalau gitu biar Selgie dulu ya yang di kasih vitamin, tahan ya sayang… udah, sakit sayang?”

“Engga, Wenzie tenang aja rasanya kaya di gigit semut”

“Dengar kakak kamu tuh”

“Iya deh Wenzie mau ma”

“Pintarnya anak mama”


Tahun 2004 : Amsterdam

“Dengar semua, ini bukan lagi simulasi, mami minta Wenzie bantu mama prepare, dan Selgie bantu mami prepare, waktu kita hanya ada 2 jam untuk pergi dari sini”

“Wenzie Selgie nunduk!”

“Argh shit!”

“Mama!”

“Babe hold on!”

“I’m fine! Just focus on the street! Hey baby don’t cry okay? Sekarang kamu lempar ini ke mobil belakang itu, mama tau kamu bisa Wenzie”

“Tapi ma…”

“Selgie back up adik mu”

“Baik ma, Wenzie ayo tenang ada aku”


Tahun 2004 : Birmingham

“Mami itu mama mau di bawa kemana?”

“Tenang sayang itu mama mau di obatin”

“Wenzie mau ikut mama”

“Wenzie jangan nak”

“Mama!!”

“Bawa dia”

“Mami bohong! Jangan sentuh adikku!!!”

“Kalian mendidiknya sangat baik, saya sangat suka dengan anak tersebut”

“Siapa yang anda maksud pak?”

“Selgie, setelah ini kamu harus menyerahkan diri pada polisi”

“Tapi pak saya sudah berhasil lolos”

“Ikuti saja perintah saya!”

“Tapi bagaimana dengan istri saya?”

“Itu biar saya yang urus”

“Aw aw”

“Pelan pelan obat biusnya buat leher mu pegal”

“Di mana aku? Wenzie?!”

“Aku disini kak”

“Oh thank God”

“Siapa nama kamu?”

“Aku Selgie dan itu adik ku Wenzie”

“Kenalin aku Irene”

“Aku Joey hihi”

“Kita di mana ini?”

“Kita lagi ada di Red Room”