Rose 2 : Eight


Acara reuni dimulai pukul 7 malam dan diadakan di salah satu hotel milik salah satu panitia penyelenggara acara reuni SMA. Masih satu geng dengan Wira dan Jerico pada saat sekolah dulu.

Jerico dan Kellin kini sedang menunggu kedatangan Ginata dan Naomi. “Kamu nggak apa-apa kan kalau nanti ketemu Wira?” tanya Jerico.

“Iya aku nggak apa-apa kok,” jawab Kellin.

“Wey! Cocot!” panggil salah satu cowo yang berada di belakang Jerico.

“Anjir dateng juga lo Gas! Haha! Apa kabar bro?” Jerico segera bangkit lalu memeluk salah satu teman sekelasnya.

“Baik gue, lo gimana? Eh siapa tuh?” tanya Bagas sembari melirik Kellin yang masih duduk dan sibuk memainkan ponselnya.

“Oh kenalin cewe gue, Kellin Setiaatmadja, yang kamu kenal dia nggak? Dulu sekelas sama aku,” ucap Jerico.

Merasa di panggil, Kellin menaruh ponselnya lalu bangkit dari duduk, “Uh? Oh iya sering liat kalo lagi main basket hehe, Kellin,” Kellin mengasongkan tangannya untuk berkenalan dengan Bagas.

“Kellin anak IPS 1? Yang suka duduk di bawah pohon? Gila beda banget ya lo sekarang haha, oh iya gue Bagas, salam kenal ya,” Bagas segera menjabat tangan Kellin.

“Oh ya hehe,” jawab Kellin canggung.

“Oh iya Wira mana? Kaga dateng dia? Eh itu Wira, Woy! Wira sini lo!” panggil Bagas yang membuat Jerico mencari keberadaan Wira.

Tak lama Wira dan Maulia datang menghampiri mereka bertiga, “Wey Bagas anjrit dah lama banget gue nggak ketemu lo haha!” Wira dan Bagas berpelukan layaknya anak kecil.

“Lo yang kemana anjrit! Loss contact si bangsat!” ucap Bagas.

“Biasa lah, sibuk, haha,” Wira sedari tadi tidak ingin melirik ke arah Kellin. Begitu juga dengan Kellin. Ia sibuk memandang ke arah pantai. Namun sesekali ia menatap sinis ke arah Maulia. Maulia pun sama.

“Air panas! Minggir! Minggir! Minggir!”

BUGH!!

“Akhhh!!” Wira meringis kesakitan. Satu pukulan keras mendarat di perutnya. Pelakunya adalah Naomi Hartono. Ya Naomi berhasil melakukan dendamnya pada Wira. Ia pun tersenyum menang.

“Hiiiii guys! Ada yang kangen gue?! Kellin! AAAAA!!” Naomi melewati Wira dan Bagas begitu saja, kemudian ia menyenggol dengan keras bahu Maulia, “Minggir lo! Ngalangin aja!” Naomi menatap Maulia dari bawah hingga atas kemudian ia menghampiri Kellin.