Rose 2 : Seven
Maulia dan Wira memutuskan untuk menginap di salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Karena merasa capek, Maulia memutuskan untuk makan malam di dalam kamar saja.
“Sayang kamu mau makan apa?” tanya Maulia sedang melihat-lihat pada buku menu.
“Apa aja yang penting nasi,” Wira merebahkan tubuhnya di kasur lalu memejamkan matanya.
“Kalau gituuuu, uummm, ayam goreng mau? Atau mau ikan? Atau daging sapi?” tanya Maulia.
“Ayam aja pake sambel,” jawabnya.
“Minumnya?”
“Es teh manis seliter.”
“Kamu serius?”
“Iya serius, es nya dipisah,” jawab Wira.
Maulia memesankan makanan dan minuman melalui telepon. “Ya itu aja, kirim ke kamar 802 ya, iya terima kasih mbak,” Maul mengkahiri telepon. Lalu ia menghampiri Wira yang masih terpejam di tengah kasur. Ia menindihnya.
“Sayang,” Maulia mencolek-colek pipi Wira sampai ia membuka matanya dan mentap dirinya.
“Hm?”
“Kamu udah tau belom bakal ada reuni sma di Bali?” tanya Maulia. Wira menggelengkan kepalanya.
“Reuninya lusa, kamu mau ikut nggak?” Maulia mengusap pipi Wira sembari merapihkan anak rambutnya yang berantakan.
“Kamu mau ikut?” tanya Wira. Maulia mengangguk.
“Yaudah pesen aja tiketnya,” ucap Wira.
“Serius?!”
“Iya.”
“AAAAA!! akhirnya ke Bali sama kamu,” Maulia mengecupi wajah Wira bertubi-tubi.
“Astaga haha, seneng banget,” ucap Wira.
“Seneng lah, akhirnya bisa libur sama kamu hehe, makasih ya,” Maulia tersenyum.
“Makasih juga udah nemenin aku hari ini ketemu papi, maaf ya bikin kamu ngeliat kelakuan papi,” perlahan Wira mengusap pipi Maulia. Ia mentap kedua matanya. Lalu tersenyum.
“Iya sama-sama, tapi aku lebih terima kasih sama kamu karena kamu udah bertahan sampai sekarang, walau tidak mudah buat kamu, kalau aku jadi kamu mungkin aku udah bunuh diri, jadi kamu hebat, kamu kuat, jangan sedih ya, ada aku disini, nemenin kamu,” Maulia menangkup wajah Wira. Kemudian ia mencium bibirnya dengan lembut.
Wira membalasnya tak kalah lembut. Keduanya saling menikmati bibir satu sama lain. Lama kelamaan tempo mereka naik. Lidah mereka saling beradu menimbulkan suara decakan halus. Berada di posisi yang panas. Keduanya memutuskan untuk melepas pakaian mereka dan lanjut bercinta sembari menunggu pesanan mereka datang.