Rose 2 : Three


Udara malam hari di kota London cukup dingin bagi seorang berkebangsaan Asia. Wira Muljadi. Terlihat dari mulutnya menciptakan asap tipis ketika ia menghembuskan napas. Ia tengah menatap kosong orang-orang dan kendaraan bermotor yang berlalu lalang di jalanan dari balkon apartemen. Helaan napas terdengar begitu berat. Tentunya ia sedang memikirkan mantan kekasihnya. Kellin.

“What’s wrong hum?” Maulia memeluk tubuhnya dari belakang secara tiba-tiba. Lalu menyandarkan dagunya tepat pada bahu Wira.

“Nothing,” jawab Wira.

“Dia mantan kamu ya?” tanya Maulia kembali sembari melirik wajahnya.

“Hmm,” Wira mengangguk pelan.

“Mau ngapain dia kesini? Bukannya kamu sama dia udah selesai? Dia kan udah punya tunangan bukan?”

“Aku juga nggak tau,” jawab Wira singkat.

Maulia melepaskan pelukannya, kemudian ia membalikan tubuh Wira perlahan. Ia mengalungkan tanganya pada leher Wira lalu mengusapnya perlahan. “Aku tau kamu pasti sedih, waktu tetap berjalan, kamu nggak bisa membeli waktu dua tahun lalu hanya untuk mengubah keadaan sekarang, dia udah bahagia dengan yang lain sayang, udah saatnya juga kamu melepaskan dia dan membuka hati untuk orang lain,” tangan kirinya mengusap lembut pipi Wira.

“I’ll try,” ucap Wira.

“Don’t worry, I’ll help you to forget her,” Maulia mengecup sekilas bibir Wira kemudian ia menatap kedua matanya begitu dekat. “I’m ready to be your doll tonight,” bisiknya sembari mengusap seduktif bibir Wira.