Rose 2 : Twelve


“Gina kemana Mi?” tanya Kellin yang baru saja datang. Ia memilih untuk duduk di hadapan Naomi.

“Katanya sih mau ngobrol sama Bagas sama Coco juga,” ucap Naomi dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.

“Auh! Kunyah dulu kenapa,” protes Kellin.

“Lo nggak makan?” tanya Naomi.

“Hummm,” Kellin melirik ke arah buffet makanan, “Makan apa ya, bingung gue.”

Ketika Kellin sedang fokus melihat ke arah Buffet, Naomi menangkap sesuatu yang membuatnya terkejut. Ia bangkit lalu menggeserkan rambut Kellin untuk melihat pada lehernya lebih jelas.

“Oh my God!” Naomi tercengang ketika melihat leher Kellin penuh dengan titik ruam merah. Kemudian ia kembali duduk sembari menatap Kellin tidak percaya.

“Apaan sih?” tanya Kellin kebingungan.

Naomi mencondongkan badannya ke depan, “Lo abis ngewe sama Coco?” tanyanya sedikit berbisik.

“H-Hah?”

“Itu leher lo!” Naomi menujuk ke arah lehernya.

Segera Kellin mengambil ponselnya untuk melihat kondisi lehernya melalui kamera ponsel. Matanya membulat terkejut. Ia menutup mulutnya untuk menahannya teriak.

“Waaahhh keren Kellin Setiaatmdja udah gede sekarang,” ucap Naomi sembari bertepuk tangan.

“M-Mana ada ya! Ini, ini gue alergi!” segera Kellin memakai kupluk sweater lalu menarik talinya agar lehernya tertutup tidak dapat dilihat oleh orang-orang. Kemudian ia seger bangkit dan bergegas menuju buffet untuk mengambil makanan.

“Cih alergi apanya, alergi Wira sih iya,” Naomi melirik ke arah meja dimana Wira berada. Mata mereka bertemu. Naomi mengetahui jika Wira sedari tadi memperhatikan mereka.

Naomi mengacungkan jari tengah pada Wira, “Fuck you bitch,” ia mengatakan pada Wira tanpa bersuara hanya terlihat dari gerakan bibir.

Wira yang sudah tertangkap basah oleh Naomi hanya menghela napas. Kemudian ia melanjutkan aktivitasnya kembali. “Kenapa hm?” tanya Maulia yang berada di hadapannya.

“Nggak apa-apa.”