Rose 2 : Twenty
Karena pesannya tidak dibalas oleh Wira. Maulia nekat untuk terbang ke Indonesia menghampiri Wira. Tentunya ia sembari mencari info keberadaannya. Sampai ia menyewa orang untuk mencari keberadaan Wira. Tak butuh waktu lama ia mendapatkan informasi jika Wira sedang berada di rumah sakit. Ia marah. Karena Wira sedang menjaga Kellin.
“Bisa-bisanya balik lagi mereka!” dumalnya sembari berjalan menuju ruangan dimana Kellin di rawat.
Brak!
“Oh bagus ya, pesan aku gak dibales taunya balikan sama mantan!” ucap Maulia dengan nada tinggi.
Sontak Wira dan Kellin terkejut dengan kemunculan Maulia secara tiba-tiba, “Mau ngapain kamu kesini?” tanya Wira.
“Jemput pacar aku buat pulang,” ucap Maulia. Wira terkekeh geli.
“Pacar?” Wira bangkit dari kursi lalu menghampiri Maulia dengan tatapan tidak suka.
“Sejak kapan kita pacaran? hm? If you remember, we’re just FWB,” ucap Wira.
PLAK!
“Terus yang di Bali itu apa?!” tanya Maulia.
“Cuma sandiwara buat Kellin panas,” Wira menyeringai.
“Brengsek!!” Maulia kembali melayangkan tangannya untuk menampar Wira.
Namun Wira menahan tangannya dengan kuat, “Lo nggak pantes nampar gue, seharusnya gue yang nampar lo, gara-gara lo Kellin jadi hamil!”
“Maksudnya apa?” sedari tadi Kellin sedang mencerna pembicaraan antara Wira dan Maulia.
Wira terdiam ketika Kellin sudah berada disebelahnya. Ia tidak berani mengatakan sebenarnya. “Oh jadi jablay ini hamil? Hahaha congrats ya! Berkat gue lo jadi hamil, Jerico tanggung jawabkan? Haha manjur juga obat gue, undang gue ya kalo lo nikah sama calon bapak anak lo itu,” ucap Maul.
Emosi Kellin memuncak. Tanpa rasa sakit Kellin mencabut jarum infus yang menancap di punggung tangannya. Kemudian ia menjabak rambut Maulia lalu menampar wajahnya berkali-kali hingga babak belur. Kellin murka.
Kellin menarik kepala Maulia agar mendekat lalu ia menatapnya tajam, “Denger ya wahai jablay kampung, terima kasih atas effort lo bikin gue hamil, mungkin kalo lo nggak naro obat di minuman gue dan Jerico mungkin Wira nggak akan bisa balik ke tangan gue, jadi gue sangat berterima kasih sama lo karena sekarang Wira jadi milik gue lagi, sampai lo ganggu hubungan gue sama Wira lo abis di tangan gue, paham?!”
Entah kekuatan dari mana sampai Maulia mengangguk ketakutan pada Kellin, “Good girl, dah sana pulang hush hush.” Kellin melepaskan rambut Maulia dan membiarkan ia pergi begitu saja tanpa berkomentar apapun.
“Ugh ewh!” Kellin mengibaskan tangannya yang penuh dengan sisa rambut Maulia.
Wira sedari tadi diam terpana dengan aksi Kellin. Baru pertama kali ia melihat Kellin semurka itu pada seseorang. Walau sekujur tubuh sudah meremang. Dimata Wira Kellin terlihat ‘sexy’ ketika sedang marah seperti tadi.
“Waw….”
“Apa kamu waw wow waw wow?! Panggil suster cepet! Tangan aku perih ini!” ucap Kellin sembari memegangi tangannya yang beradarah akibat cabut paksa jarum infus.
“Iya iya tunggu sebentar,” Wira segera berlari mencari perawat diluar.
“Auh! Gerah banget gue! Segala pake dateng tuh nenek lampir! Bikin bete aja!” dumal Kellin.