Rose 2 : Twenty Three
Malam sudah tiba. Acara pun telah selesai sejam yang lalu. Kini Wira dan Kellin sudah berada di kamar mereka. Kellin tengah bercermin menatap wajahnya cukup lama.
“Sayang aku gendutan nggak sih?” tanya Kellin.
“Enggak ah,” jawab Wira.
“Ah kamu mah bohong, udah tau aku gendut gini, tuh liat pipi aku makin chubby gini,” ucap Kellin sembari menekan-nekan kedua pipinya.
Wira menghampiri Kellin, “Wajar nggak sih kalo lagi hamil itu berat badan naik, itu menandakan kalau kamu sehat sayang,” lalu ia memeluk tubuhnya dari belakang. Ia mengecup pipinya sekilas.
“Aku nggak peduli kamu jadi gemuk, kamu tetep cantik dimata aku, iya kan ges? Mami kalian cantikan? Tuh denger! Mereka bilang mami tuh cantiknya gak ketolong,” ucap Wira. Kellin tersipu malu.
“Ish apa sih, gombal banget, dah ah aku capek mau tidur,” Kellin melepaskan tangan Wira dan hendak menuju kasur. Namun Wira menahannya. Kellin menatapnya bingung.
Wira mendadak berlutut dihadapan Kellin. Lalu ia mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya. Ia membukanya. “Sayang, karena sebentar lagi baby lahir, aku mau kamu jadi istri aku sebelum mereka lahir, so marry me Kellin Setiaatmdja,” ucap Wira.
Kellin menutup mulutnya menahan untuk tidak berteriak. Matanya berbinar dan dipenuhi air mata kebahagiaan. Ini lah momen yang ia tunggu selama ini. Wira melamarnya untuk menjadikannya istri. Perlahan ia mengulurkan tangan kirinya memberikan kode pada Wira untuk dipakaikan cincin pada jari manisnya.
Wira tersenyum. Segera ia memakaikan cincin berlian pada jari manis Kellin. Kemudian ia berdiri lalu menangkup kedua pipi Kellin. “I love you Kellin Muljadi.”
“I love you more Wira Muljadi,” Kellin tersenyum. Bibir mereka kini saling bertautan. Kellin menaruh kedua tangannya pada leher Wira. Mereka saling melumat bibir dengan lembut.