Rose 2 : Twenty Two


“Huh aku deg-degan banget!” ucap Kellin yang sedari tadi berjalan mondar-mandir di hadapan Wira.

Wira memegangi kedua lengan Kellin lalu menatapnya, “Hey sayang, relax, it’s just a gender reveal, you don’t need to worry, dokter bilang kan bayinya sehat.”

Kellin menggigiti kukunya menatap Wira cemas, “Tapi kan tetep aja aku gugup banget Wir.”

Wira menarik tangan Kellin agar berhenti menggigiti kukunya lalu ia mengecup sekilas bibirnya, “Dah ah yuk, udah pada nungguin diluar.”

Kellin terdiam. Wira menarik Kellin untuk ke halaman belakang rumah. Disana sudah terdapat beberapa teman kerja baru Wira, Jerico, Ginata, dan juga sahabat Kellin satu-satunya. Naomi.

“Ngewe dulu ya lo berdua? Lama banget anjir panas nih,” protes Naomi.

“Hehe sorry gue tadi gugup Mi,” ucap Kellin.

“Nih lo pegang masing-masing, nanti lo pecahin balonnya barengan ya,” jelas Ginata sembari memberikan masing-masing satu balon pada Wira dan Kellin. Tak lupa juga dengan jarum untuk memecahkan balonnya.

“Dah kan? Gue mulai nih videonya,” ucap Jerico.

“Ayo mulai aja,” ucap Ginata.

Kellin dan Wira saling menatap. Terlihat Kellin sangat gugup karena ia akan tau jenis kelamin bayi yang dikandungnya. Orang-orang sudah menghintung mundur. Sampai akhirnya.

DOR!

Balon dipecahkan bersamaan oleh Wira dan Kellin. Bukannya senang keduanya kebingungan ketika melihat warna yang keluar saat balon dipecahkan. Biru dan pink. Kellin dan Wira menatap kearah Naomi butuh penjelasan.

“Congratulation! Anak lo kembar cewe cowo!” ucap Naomi sembari memperlihatkan foto usg terkahir.

Wira, Kellin, dan Jerico tertegun. Mereka saling menatap. “Anak gue kembar? Yes!” seru Jerico.

“Gila jackpot dong…,” komentar Wira.

“Pantesan aja berat banget dan aktifnya luar biasa taunya kembar,” Kellin pun menangis.

“Eh kok kamu nangis?” tanya Wira.

“Aku… hiks! Nangis… hiks! Seneeeeennggg! Huuuuuaaaaaa,” tangis Kellin semakin pecah.

“Astaga aku kira kenapa,” Wira segera mendekap Kellin.