Rose : Eight
Sedari tadi Wira tidak melepaskan genggaman tangannya yang menempel pada jemari Kellin. Tak lupa dengan usapan lembut diberikan oleh Wira pada punggung tangan Kellin.
Wira menghela napas, “Maafin aku ya.” Kepalanya tertunduk tidak berani menatap kekasihnya.
“Nggak apa-apa sayang,” Kellin mengusap kepalanya. “Tindakan kamu bener kok, cuma aku agak kaget aja tadi hehe, soalnya belom pernah liat kamu semarah itu.”
“Ma–”
Cup!
Kellin mengecup bibir Wira sekilas. Lalu ia tersenyum menatap wajahnya yang terkejut. “Jangan minta maaf lagi, aku nggak suka!” dan lagi Kellin mengecup bibirnya dengan cepat.
“Ehem! Masih ada gue ya disini tolong,” sahut Jerico yang sedari tadi sibuk menyetir dan harus mendengar perbincangan duo sejoli di kursi belakang.
“Hehehe sorry coco,” ucap Kellin sembari memeluk lengan Wira dan menyandarkan kepala dengan manja pada bahunya.
“Co kita ke taman safari aja, gue mau liat monyet,” ucap Wira.
“Anying tiba-tiba,” Jerico melirik Wira dari kaca spion.
“Iya gue mau nyerahin lo ke habitat asli lo,” ucap Wira memecahkan suasana sendu melanda sedari tadi.
“Ada anjing anjingnya ya lo bangsat,” ucap Jerico dengan kesal.