Rose : Four
Semenjak kejadian dua hari yang lalu. Kellin menjadi lebih diam dari sebelumnya. Entah apa yang ia rasakan atau ia pikirkan tentu membuat Wira semakin merasa bersalah. Sore ini villa sangat sepi, karena Naomi, Ginata dan Jerico sedang berbelanja cemilan di mini market sekitar. Hanya ada Wira dan Kellin yang tengah sibuk menyiapkan makan malam. Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka. Hening.
“Kellin,” kini Wira tengah berdiri dibelakang Kellin. Tak ada jawaban. Kellin menghiraukannya.
“Gue tau lo masih marah sama gue, gue bener-bener minta maaf sama lo karena udah lancang waktu itu, apa yang gue bilang saat itu bukan karangan semata, semuanya fakta, guenya aja yang pengecut nggak berani deketin lo karena gue takut lo itu straight, makanya gue nawarin Jerico buat jadi pacar kontrak gue, awalnya buat membiasakan memiliki hubungan dengan laki-laki, tapi gue gagal, akhirnya Jerico cuma jadi tameng gue buat hadepin bokap,” jelas Wira.
Kellin berbalik badan menatap Wira kali ini. “Gue minta–” tamparan keras mendarat di pipi Wira.
Wira terkejut. Ia menghela napas. “Ayo lagi gue tau lo masih marah.”
Lagi Kellin menampar pipi Wira hingga meninggalkan jejak merah di pipinya. Untuk ketiga kalinya Kellin melayangkan tangannya untuk kembali menampar Wira, namun ia urungkan niatnya. Ia menakup kedua pipi Wira lalu mencium bibirnya dengan lembut.
Wira hanya diam mencerna yang terjadi. Sedangkan Kellin tengah sibuk mencumbu bibir Wira. Seperti meinginkan balasan, akhirnya Wira membalasnya tak kalah lembut. Tangan Wira dengan cepat menduduki Kellin pada kitchen set. Mereka saling bercumbu semakin bergairah.
“WHAT THE FUCK ARE YOU DOING?!!” teriak Naomi terkejut melihat Wira dan Kellin saling bercumbu.
Sontak keduanya mengakhiri aksinya. Kemudian mereka menatap ke arah Naomi. Mereka mengiranya hanya Naomi yang melihat, namun terdapat dua orang di belakangnya tertegun dengan mulut terbuka lebar.