Rose : One
Dengan penuh keyakinan, Kellin akhirnya sampai di parkiran motor depan café dimana tempat ia dengan sahabatnya sering bergosip ria sembari mengerjakan tugas kuliah mereka. Ya walau lebih banyak bergosipnya.
Kellin hendak melepaskan helm yang ia kenakan, sang sahabat sudah melihat dirinya dari dalam café. Naomi melambaikan tangan padanya. Segera ia membalas lambaian Naomi. Ketika benda yang menempel di kepalanya terlepas, dari ujung matanya ia menangkap sebuah mobil sport terparkir tak jauh dari posisi motornya. Ia menoleh untuk melihat mobil tersebut. Kellin memincingkan matanya sembari berfikir kalau mobil yang ia lihat tidak asing di matanya. Kaca mobil sangat gelap membuat ia kesulitan untuk melihat orang didalam mobil tersebut.
Tak lama pintu kemudi terbuka dan si pengendara mobil pun turun. Matanya membulat terkejut. ‘Coco!’ batinnya. Ia pun ditambah terkejut saat Jerico membuka pintu penumpang dan muncul sosok wanita yang ternyata Wira. Pacarnya Jerico. Kellin pun kelabakan. Ia bergegas memakai helm lalu segera mengeluarkan motornya dari parkiran.
“Anjir anjir anjir!”
Setelah itu ia menyalakan motornya dan menancapkan gasnya kabur agar Wira dan Jerico tidak melihat dirinya. “Woy! Woy! Bayar!” teriak tukang parkir.
“Kenapa bang?” tanya Jerico pada tukang parkir.
“Itu tadi ada cewe parkir bukannya bayar malah maen kabur aje!” jelas tukang parkir.
“Kebelet berak kali bang haha, tar gue bayar, masuk dulu ye,” ucap Jerico seraya masuk ke dalam café bersama Wira.
“Eh itu tadi si Kellin kenapa pergi lagi deh?” tanya Naomi heran.
“Kellin?” Wira mengambil tempat duduk tepat dihadapan Naomi.
“Kellin temen gue anak Business Management,” jelas Naomi.
“Oh jadi yang kabur tadi temen lo? Parah banget nggak bayar parkir haha,” ledek Jerico.
“Ada yang ketinggalan kali,” ucap Wira sembari pandangannya menuju tempat parkir motor berada.
“Ada acara? Rapih banget,” ledek Naomi pada Wira.
“Biasa bokap, eh boti pesenin gue ice lemon tea dong haus banget,” ucap Wira.
“Kalau bukan sugar mommy gue, udah gue pites lo,” ucap Jerico lalu ia pergi untuk memesan minuman.