Rose : Two


Sekiranya setengah perjalanan, Ginata memutuskan untuk istirahat sejenak di Rest Area jalan tol. Tentu saja Ginata sudah memberi tahu Jerico untuk berbelok ke Rest Area. Mobil Ginata dan Jerico terparkir berdampingan tepat di depan restaurant cepat saji. Untung saja 24 jam. Karena Ginata, Kellin dan Jerico sangat kelaparan dan butuh asupan kafein.

“Gue ke toilet dulu ya Lin,” ucap Ginata.

“Oh iya Gin,” ucap Kellin sebelum Ginata pergi meninggalkannya berdua dengan Naomi di dalam mobil.

“Mi! Bangun!”

“Hm? Udah sampe?” untung saja Naomi dengan cepat tersadar dari tidurnya. Ia menatap sekeliling bingung. “Gina mana?” tanyanya dengan suara serak.

“Ke toilet dia, ayo turun makan dulu, Gina katanya ngantuk,” Kellin pun keluar dari mobil. Ia merenggangkan ototnya karena hampir seluruh badan terasa sangat kaku. Rasanya ingin rebahan di kasur yang empuk.

“Naomi mana?” seseorang berhasil membuat Kellin terkejut. Ia menoleh ke belakang dan melihat Wira tengah berdiri menatapnya.

“Eh, m-masih di dalem, baru bangun dia,” jawabnya.

“Lo laper nggak? Mau makan MCD? Atau KFC?” tanya Wira kembali.

“Umm, gue ngikut yang lain aja, tadi sih Gina bilang dia laper juga,” Kellin kebingungan seraya menggaruk tengkuknya yang tentu saja tidak gatal. Hanya bingung harus menjawab apa.

“Oh gitu, ke MCD aja ayo,” Wira menarik tangan Kellin begitu saja tanpa ada aba-aba sedikit pun. Sang pemilik tangan tentu terkejut bukan main.

“Eh! T-tapi itu, itu Naomi–”

“Biarin aja paling juga bakal diseret Gina, kebluk kan dia,” jawab Wira dengan santai tanpa berhenti sedikit pun sampai mereka benar-benar masuk ke dalam restaurant cepat saji dan segera mengantari memesan makanan.