Roses : Liburan 1


“Kalian nggak mau ketemu sama daddy?” Kellin tengah menatap kedua anaknya yang tengah asik bermain game konsol tanpa menoleh padanya.

“Males,” ucap sang adik. Kenzie.

“Jangan gitu dong, daddy kalian kan kemarin kerja, sekarang udah luangin waktu loh buat kalian,” bujuk Kellin.

“Siapa suruh ngejanjiin kalau emang sibuk,” oceh sang kakak. Evane.

“Yakin nggak mau ikut sama mommy?” ucap seseorang yang muncul dari belakang Kellin. Yuki.

Mendengar suara Yuki, si kembar menoleh ke arah Yuki berada. Muka mereka seketika berubah sumringah ketika melihat kedatangan Yuki.

“MOMMY!” ucap Kenzie dan Evane berbarengan kemudian mereka segera menghampiri Yuki dan memeluknya.

“Kalian kok belum siap?” tanya Yuki sembari mengusap kedua kepala si kembar.

“Lagi males sama daddy,” ucap Evane.

“Emang sih daddy kalian ngeselin, mending sekarang kalian packing baju,” ucap Yuki membuat Kenzie dan Evane menatapnya bingung.

“Ngapain packing baju?” tanya Kenzie.

“Kita kan mau ke Bali, ada kung kung sama popo disana,” ucap Yuki.

“Ish mommy kenapa nggak bilang, tau gitu udah prepare dari tadi!” Kenzie segera melepaskan pelukan lalu berlari menuju kamarnya dan di ikuti oleh Evane.

Sebelum mereka menuju kamar, mereka melihat Jerico sedang menikmati secangkir teh diruang tamu. Jerico tersenyum melihat mereka menghampiri dirinya. “Ayo packing, Jayden udah nung– AKH!”

Jerico meringis kesakitan akibat kedua kakinya di tendang oleh Kenzie dan Evane. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Si kembar kembali menuju kamar mereka.

“Kenapa lo?” tanya Wira yang baru keluar dari kamar.

“Anak lo noh! Anying sakit bat,” Jerico masih mengusap kedua kakinya.

“Gimana ya mau bilang anak gue, tapi mereka anak kandung lo, jadi salah sendiri punya bibit bangor,” ucap Wira.