Tanggung Jawab
Setelah menyantap sarapan buatan Seulgi. Kini Irene yang merapihkan meja makan dan mencuci piring kotor. Sedari tadi Irene hanya diam setelah Seulgi membantunya untuk mengingat kejadian semalam. Entah apa yang ia pikirkan namun berhasil membuat Seulgi sedikit kecewa. Gara-gara Irene semalam, membuat pertahanan Seulgi yang selama ini bangun hancur dalam semalam. Tapi kali ini ia tidak mau memberi batas lagi. Ia akan maju. Seperti yang Irene minta semalam di mobil. Seulgi menghampiri Irene yang masih sibuk mencuci piring. Dipeluk nya pinggang Irene dari belakang. Irene membeku seketika. Seulgi menopang kan dagu nya pada bahu Irene.
“G-gi… ngapain lo?”, ucap Irene terbata-bata.
“Nemenin lo cuci piring”, jawab Seulgi pelan namun berhasil membuat bulu halus Irene meremang.
“Lepasin Gi, gue gak fokus”, merasa risih Irene sedikit bergerak dan mencoba melepaskan lengan Seulgi yang melingkar erat pada tubuhnya.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Seulgi melepaskan tangannya pada tubuh Irene. Hendak bernapas lega, kini ia di kejut kan kembali oleh Seulgi yang membalikkan badannya lalu mengangkat tubuhnya untuk di dudukan pada kitchen set. Seulgi mengelap tangan Irene yang masih penuh dengan busa sabun.
“Suruh maid lo aja yang cuci piring nanti”, ucap Seulgi yang kini menatap lekat mata hazel milik Irene.
“G-Gi lo ngapain sih, pake baju sana!”, ucap Irene dengan nada kesal.
“Yaudah lepas baju lo”, ucap Seulgi yang mendapatkan tamparan keras dari Irene.
“Mesum!!”, kesal Irene.
“Kok gue di tampar sih? Itu baju gue kan!”, kesal Seulgi.
“T-Tapikan gak buka baju juga depan lo!”, elak Irene.
“Ngapain malu, orang gue udah liat semua semalem”, Irene terdiam. Seulgi mendekatkan wajahnya pada wajah Irene dan menatapnya dengan lekat.
“Gue gak akan mundur kali ini, lo jangan kabur, lo harus tanggung jawab”, ucap Seulgi pelan yang berhasil membuat Irene merinding mendengarnya.
“Tanggung jawab apaan?”, tanya Irene bingung.
“Tanggung jawab bikin pertahanan gue hancur dalam semalam, gue capek bangunnya lagi, jadi sekarang lo gak boleh kabur dari gue”, jelas Seulgi.
“Tap…”, belum melanjutkan protes nya, Seulgi melumat bibir Irene.
Batinnya ingin menolak ciuman Seulgi, namun bibirnya berkata lain. Irene membalas lumatan Seulgi. Mendapat balasan, Seulgi semakin melumat bibir Irene dengan tangannya meraba-raba pahanya yang tidak tertutup dengan baju. Irene sedikit kewalahan mengimbangi ciuman Seulgi, tangannya mendorong bahu Seulgi agar terlepas dari tautan bibirnya. Irene mengatur napasnya seraya menunduk malu. Seulgi menatap wajah Irene.
“Kenapa hm?”, ucap Seulgi dengan lembut, tangannya mengusap lembut pipi Irene.
“Gimana sama yang lain?”, Irene memberanikan diri untuk menatap Seulgi.
“I don’t care”, Seulgi masih menatap Irene dengan lekat. Sesekali dirinya mengecup bibir Irene.
“Tapi gimana sama Wen..”.
“Be mine”.
“Huh?”.
[1] “Be my summer in a winter day love, I can’t see one thing wrong, between the both of us, be mine, be mine~”, Irene tidak dapat menahan senyuman nya yang mengembang setelah mendengar lirik lagu yang di nyanyi kan Seulgi dengan merdu.
[2] “Got everyone watching us, so baby let’s keep it secret, a little bit scandalous, but baby don’t let them see it, a little less conversation and a little more touch my body, cause I’m so into you, into you, into you~~”, Irene membalas dengan nyanyian sebuah lirik. Seulgi mengerti yang di maksud Irene, lalu ia mencium kembali bibir Irene dengan lembut. Irene memeluk leher Seulgi dengan erat seraya membalas ciuman Seulgi. Keduanya kini melepaskan tautan bibir mereka perlahan dan menempelkan kening mereka satu sama lain.
“I love you Bae Irene”.
“I love you more Kang Seulgi”.
“Ayo mandi, kita ada kelas jam 10”.
“Mandiin~”.
“Jangan salahin aku kalo nanti telat masuk”.
“Hahahaha bercanda Seulgi!”.
[1] : Falling All in You – Shawn Mendes [2] : Into You – Ariana Grande