Taste : Eleven
11 April 2022 – 11 AM
Setelah landing di John F. Kennedy International Airport, Selene dan Jollie segera menuju pet care menggunakan mobil milik Selene yang sudah di siapkan oleh Deon. Dalam perjalanan Selene mengamati Jollie yang terlihat sangat gembira ketika sudah berada di New York. Senyum yang mengembang di wajah Jollie membuat Selene semakin ingin memilikinya dengan segera.
Setengah jam perjalanan di tempuh dari airport hingga pet care yang dituju, kini mereka sudah sampai. Selene melepaskan seat beltnya dan menatap Jollie, “Sana masuk ambil Kai Kuma.”
“Loh kamu nggak turun?” tanya Jollie heran.
“Aku dimobil aja,” jawab Selene.
“Terus yang bayar biaya perawatan Kai Kuma siapa?” tanya Jollie kembali.
“Ya kamu lah,” Jollie menggelengkan kepalanya.
“No no no no, kamu yang bayar!” ucap Jollie.
“Loh kok jadi aku?” Selene mengernyitkan dahinya.
“Yang bikin aku di tahan di Paris siapa?!!” Jollie memukul lengan Selene sedikit keras.
“Ah! Galak banget… Nggak lah itu kan peliharaan kamu masa aku yang bayar,” protes Selene.
Secara tiba-tiba Jollie mendekat kearah Selene dan tangannya merogoh mencari sesuatu pada kantong celananya. Sentuhan Jollie membuat Selene menegang seketika seraya menahan napasnya. Tidak ingin terjadi sesuatu, Selene menggenggam kedua tangan Jollie dan menatap wajahnya yang begitu sangat dekat, “Ngapain?”
“Ngambil dompet kamu,” Selene menatap kedua mata Jollie beberapa saat lalu ia mendorong perlahan tubuh Jollie agar menjauh.
“Cepet turun!” ucap Selene dengan ketus lalu ia keluar segera dari mobil.
Selene mencoba untuk mengatur napas dan pikirannya sembari memijat kening nya. Tak lama Jollie turun lalu menghampiri dirinya, “Ayo masuk!” Jollie menarik tangan Selene dan segera masuk ke dalam pet care.
Terlihat suasana pet care sedang ramai pengunjung. Ketika Selene dan Jollie sudah masuk ke dalam, suasana didalam yang tadinya hening menjadi penuh suara geraman dan gonggongan dari beberapa anjing milik pengunjung disana. Selene menghela napas panjang. Jollie merasa heran dengan para anjing yang menggeram dan menggonggong kearah mereka, ia melirik pakaiannya dari bawah hingga atas untuk memeriksa apakah ada sesuatu pada tubuhnya. Selene mengeluarkan kartu kredit miliknya dan memberikannya pada Jollie.
“Cepat!” ucap Selene.
“Oh… Tunggu sebentar ya, kamu duduk aja dulu,” Jollie pergi menuju resepsionis untuk membayar tagihan perawatan kedua anjing nya.
Selene mengikuti saran Jollie dan mencari tempat duduk yang jauh dari para anjing sedang menatap dirinya tak suka. Bukannya mereda, melainkan suasana pet care saat ini menjadi ricuh karena seluruh anjing yang berada di lobby menggonggong kearah nya. Selene menggaruk-garuk belakang kuping nya yang tak gatal dan menghela napas kasar. Saat semua orang tengah sibuk mengurusi peliharaan mereka agar tenang, Selene menggeram dan menghentakan kakinya membuat seluruh anjing menjadi diam ketakutan.
“Nice, thank you,” ucap Selene dengan pelan.
Sudah sepuluh menit Selene menunggu, kini Jollie sudah selesai mengambil Kai dan Kuma. Namun ia kesulitan menghampiri Selene karena Kai dan Kuma ketakutan tak ingin mendekat pada Selene.
“Drama banget emang anjing anjing manja,” keluh Selene lalu ia bangkit dari kursi dan segera menuju mobil.
Jollie mengikuti Selene dibelakang sembari menyeret kai dan kuma yang masih tidak mau mendekati Selene, “Ugh Kai Kuma what’s happen?!! Come on let’s go hooooomeee.”
Selene yang sudah sampai di mobil merasa kesal karena drama anjing manja membuat Jollie kesulitan mengatur mereka, “Kai! Kuma! Listen to your mommy!!” gertakan Selene membuat Kai dan Kuma diam dan pasrah saat digendong oleh Jollie.
“Kok kalian nurutnya sama Selene sih! Kalian udah nggak sayang mommy?” protes Jollie yang sedih melihat para anjing nya lebih menurut perkataan Selene dibandingkan dirinya.