Taste : One
1 April 2022 – 9 AM
“Maaf aku telat!” ucap Jollie dengan napas yang memburu akibat berlari mencari lokasi yang dimaksud oleh Leona.
Leona menarik tangan Jollie lalu mendorong tubuhnya hingga punggung Jollie terbentur keras pada dinding toilet, “Kemana aja lo?!”
“A-aaku tadi nyasar Leo, aku kan belum pernah kesini…,” jawab Jollie sedikit meringis akibat didorong oleh Leo.
“Terus tujuan lo kesini ngapain? Lo mau tebar pesona?!” Leona menjambak rambutnya, hingga Jollie meringis kesakitan.
“Leo aku cuma mau liat pembukaan aja, aku nggak bohong,” jelas Jollie sembari memegang lengan Leona yang masih menjambak rambutnya.
“Oh gue tau, lo mau liat Selene kan?!” Leona menatap tajam wajah Jollie.
“E-engga Leo sumpah!” ucap Jollie.
“Dasar cewe kegatelan lo!” Leona menampar keras pipi Jollie hingga menimbulkan luka pada sudut bibirnya.
“Gue nggak mau tau, lo balik ke hotel atau gue hukum lo, paham?!” Jollie yang menahan rasa sakit hanya mengangguk pelan.
Merasa gerah, Leona pergi meninggalkan Jollie yang sedang meringis kesakitan sembari menahan tangis nya agar tidak dapat terdengar oleh orang lain. Ketika sedang membenarkan tampilan nya yang berantakan, seseorang masuk kedalam toilet. Jollie yang takut ketahuan oleh orang lain, ia menundukkan kepalanya dan segera berjalan keluar dari toilet tersebut. Namun sebuah tangan menarik lengannya membuat ia berbalik badan dan tertarik mendekat pada seseorang.
Jollie yang masih menundukkan kepalanya tersentak kaget ketika ia ditarik oleh seseorang yang ia tidak kenal. Jelas bagaimana tidak kenal karena ia tidak berani menatap orang di hadapannya. Tangan orang tersebut melepas masker yang Jollie kenakan secara perlahan, lalu mengangkat dagu nya agar dapat melihat wajah Jollie. Saat Jollie menatap orang yang berada di hadapannya, matanya membulat. Ternyata orang tersebut adalah Selene Saint Clair.
“Don’t move,” ucap Selene seraya mengambil sebuah saputangan miliknya pada kantong celananya.
Perlahan Selene mengusap ujung bibir Jollie yang terluka. Jollie sedikit meringis kesakitan membuat Selene berhenti sejenak menatap kedua mata Jollie yang sudah penuh dengan air mata.
“Follow me,” Selene menarik tangan Jollie keluar dari Toilet lalu menuju lantai teratas dimana ruang Shalgie berada.