Taste Series : Coming Home Two
Setelah Kaiden membawa semua koper ke dalam kamar. Kini semua berkumpul di ruang keluarga. “Jadi apa yang mau lo bahas ke gue?” tanya Jessica.
“Gimana ya gue jelasinnya,” ucap Krystal ragu.
“Tentang apa?”
“Tentang Yuri kak,” jawab Kaiden.
“Yuri? Anaknya Shalgie?”
“Yuri istri lo kak,” ucap Krystal, Jessica mendengar nama mendiang istrinya pun terdiam.
Tak lama Jessica mendengar suara mobil datang, “Kita bahas nanti aja, Selene udah pulang,” ucap Jessica.
“Udah pulang?” tanya Jollie.
“Kamu nggak denger mobilnya udah didepan?” tanya Jessica.
“Engga,” jawab Jollie dengan tatapan polosnya.
“Astaga mommy lupa kamu manusia kan.”
Mobil Selene kini memasuki halaman rumah keluarga Dawson. Mobil tersebut berhenti tepat didepan pintu rumah. Dion sang asisten pribadinya segera turun lalu membukakan pintu untuk Selene. Baru saja kedua kaki Selene menyentuh tanah. Pandangannya ter alihkan oleh sosok misterius berada di luar halaman rumah yang tentu mengarah pada hutan.
“Ma’am?” ucap Dion.
Selene melepaskan coat lalu memberikan pada Dion. Ia melepaskan kedua kancing lengan kemejanya lalu melipatnya, “Lo bawa pizzanya ke Jollie dan suruh semuanya penjaga siaga,” ucapnya.
“Ma’am anda masuk aja, biar saya yang urus,” ucap Dion.
“Kali ini biar gue yang urus, lo jagain Jollie,” Selene mengambil sebuah pistol dari mobil. Ia memeriksa terlebih dahulu amunisi. Masih Penuh. Secepatnya ia berlari menuju hutan untuk mengejar sosok misterius yang selama ini mengintai nya.
Terpaksa Dion menuruti perintah bossnya. Ia mengerahkan seluruh penjaga untuk bersiaga. Lalu ia segera masuk sembari membawa pesanan Jollie. Ketika ia masuk ke ruang keluarga, semua orang disana menatapnya dengan heran.
“Selamat sore ma’am, ini pesanan anda,” Dion menaruh kantung yang berisikan pizza lima box pada meja.
“Selene mana?” tanya Jollie.
“Umm….”
“Ada masalah apa? Kenapa kamu nyuruh penjaga bersiaga?” Jessica bangkit dari sofa dan menatap Dion tajam.
“Ma’am Selene sedang mengejar sesuatu ke dalam hutan,” ucap Dion
DOR!!
“AAHH!” mendadak Jessica meringis kesakitan. Ia merasakan sakit pada bahunya.
Seluruh orang terkejut melihat Jessica kesakitan, “Shit!” Krystal menghampiri Jessica, lalu memeriksa bahunya. Tidak terdapat luka serius namun terlihat ruam merah.
“Yang kejar Selene!” ucap Krystal.
“Iya sayang,” segera Kaiden mengejar Selene.
Selene sekuat tenaga mengejar sosok misterius yang sudah berani masuk ke wilayahnya. Sosok tersebut mengenakan jubah hitam dan menggunakan buff hitam untuk menutupi sebagian wajahnya. Sama seperti yang ia lihat tempo hari.
Merasa kesal, Selene menembak bahu sosok tersebut. Ia mengira akan menghindar, namun tembakan nya berhasil masuk ke dalam bahu sosok berjubah hitam. Sosok tersebut tersungkur ke tanah menahan rasa sakit pada bahunya yang sudah mengeluarkan darah banyak. Lantas Selene mendekatinya lalu menempelkan pistol pada kepalanya.
“Beraninya lo masuk ke teritorial gue, siapa lo?!” ucap Selene.
“Aahh fuck! Vervain! Haha ternyata kamu sudah besar Selene,” ucap sosok berjubah hitam.
“Jawab atau gue tembak kepala lo?!!”
“Selene!! Dia bukan musuh kita!” ucap Kaiden yang baru saja datang.
“Apa maksud lo?”
“Dia bukan musuh kita Lene.”
Merasa Selene ter alihkan oleh Kaiden. Sosok berjubah hitam perlahan berdiri, lalu membuka tudung kepala dan buffnya, kemudian berbalik menatap Selene. Pistol yang di genggam erat jatuh begitu saja ketika Selene menatap sosok tersebut.
“He’s right, I’m not your enemy.”
Selene tidak bisa berkata-kata. Tubuhnya sangat lemas. Ia terjatuh. Tatapan nya sangat terkejut. “A-aunty Yuri?”
“Yeah I’m Yuri, your aunty, and now your mother, come on get up, baju dan celana mu akan kotor,” Yuri mengulurkan tangan padanya.
“H-hhhoow?”
“Ceritanya panjang, nanti mama jelaskan,” ucap Yuri.