Taste Series : Grandchild Three
“Sayang gimana masih sakit?” Selene menatap Jollie dengan khawatir sembari mengusap lembut kepalanya.
Jollie tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, “Udah nggak terlalu, kata dokter apa? Babynya nggak kenapa-kenapa kan?”
“Baby baik-baik aja sayang, maafin aku ya sayang,” tanpa sadar air mata Selene jatuh. Ia menangis.
“Eh kok nangis?” Jollie menangkup wajahnya, lalu mengusap pipinya perlahan, “Sini bobo.”
Selene menuruti perkataan Jollie. Ia merebahkan tubuhnya disebelah Jollie dan memeluk erat tubuhnya. Jollie pun membalas pelukan nya.
“Udah ya jangan nangis sayang, aku nggak apa-apa kok, baby juga kan,” ucap Jollie. Selene membenamkan wajahnya pada ceruk leher Jollie.
“Grandma!” teriak Yuri sambil berlari menuju Jessica.
“Hi sayang!” Jessica langsung menggendong Yuri yang masih berumur tujuh tahun.
“Grandma kok baru kesini sih?” ucap Yuri.
“Maaf ya sayang, grandma kan kerja di New York, jadi baru bisa kesini sekarang,” Jessica mengusap kepala Yuri.
“Hi mom,” sapa Arine yang baru saja masuk lalu memeluk Jessica.
“Hi Arine, gimana ini si kecil sehat?” Jessica mengusap perut Arine yang sudah menginjak 28 minggu.
“Sehat mom hehe, oh iya Shalgie dimana mom? Kok sepi?” tanya Arine.
“Lagi mommy hukum di halaman belakang,” jawab Jessica.
“Mama lagi dihukum grandma? Pasti mama tadi nakal ya grandma?” tanya Yuri.
“Kok kamu pinter sih? Pasti pinternya turun dari mommy kamu, mama sama aunty Waynne lagi grandma hukum potong rumput halaman belakang pake gunting,” ucap Jessica.
“Pfftt! Serius mom?” Arine menahan tawa.
“Liat aja gih.”
“Aku mau liat! Aku mau liat mama!”