Taste Series : Grandchild Two


“Sayang~”

“Iya sayang?”

“Aku takut~” melihat Jollie ketakutan, Selene menggenggam erat tangannya.

“Tenang sayang ada aku, mommy nggak akan marahin kamu kok, percaya sama aku,” Selene menatapnya sembari tersenyum.

“Tapi nanti kamu di marahin sama mommy,” ucap Jollie.

“Nggak apa-apa sayang, aku kuat kok hehe,” Selene mengecup punggung tangan Jollie.

Tak berselang lama, mobil yang dinaiki Selene dan Jollie pun sampai didepan kediaman keluarga Dawson. Segera sang supir turun membukakan pintu untuk Selene dan Jollie. Selene melihat mobil Shalgie dan Waynne yang sudah terparkir rapi. Ia menarik napas dalam-dalam sembari merangkul pinggang kekasihnya.

Didepan pintu sudah ada dua bodyguard Jessica membukakan pintu untuk mereka. Perlahan Selene masuk di iringi oleh Jollie disebelah nya. Setelah masuk Selene dan Jollie melepaskan Coats mereka lalu memberikannya pada maid.

“Mommy dimana?” tanya Selene pada seorang maid.

“Nyonya besar berada di ruang keluarga,” jawab sang maid.

“Okay thank you, come on baby,” Selene menarik pelan tangan Jollie lalu berjalan menuju ruang keluarga.

Terlihat Jessica, Shalgie, dan Waynne tengah berbincang santai di ruang keluarga, “Hi mom~” sapa Selene agak sedikit ragu.

Seketika semua mata tertuju padanya dan Jollie, “Duduk,” ucap Jessica tanpa tersenyum. Selene menelan ludah ketika melihat raut wajah Jessica.

Selene dan Jollie pun duduk pada sofa dihadapan Jessica, sedangkan Shalgie dan Waynne berada di sofa kiri dan kanan Jessica. Suasana semakin mencekam karena tidak ada satu pun yang berbicara hanya ada tatapan tajam dari Jessica pada Selene.

“Mom kok ngeliatin aku begitu?” Selene menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Jessica tidak menjawabnya dan masih menatap tajam kearah nya.

“Okay~ Okay~ Fine! Aku salah,” ucap Selene dengan pasrah.

“And then?” Jessica melipat kedua tangannya di dada.

“Aku minta maaf mom, aku kelepasan,” ucap Selene.

“Kamu tau apa yang kamu lakukan itu membuat fatal karir kalian?!” tanya Jessica.

“Mom semua ini salah aku, seharusnya aku nggak godain Selene saat itu, dan aku juga lupa untuk minum pil,” ucap Jollie.

“Nggak kamu nggak salah, dia yang salah,” ucap Jessica. “But wait, tadi kamu bilang minum pil?” tanya Jessica.

“Iya mom,” jawab Jollie.

“Moon Goddes! Sini kamu Selene!!” Jessica mengambil heelsnya untuk di lemparkan pada Selene.

“Oh shit! Ampun mom!!” Selene langsung loncat ke belakang sofa untuk berlindung. Namun Jessica sangat kesal padanya akhirnya Jessica mengejar Selene.

Dengan cepat Selene berlari menjauhi Jessica, “Mom!!! Mom!!! Please!! Maafin aku!!!”

“SINI KAMU SELENE!!” teriak Jessica yang masih mengejar Selene.

“Hahaha indahnya teater kali ini,” ucap Waynne yang berpindah duduk ke sebelah Shalgie.

“Lagian nyari gara-gara sama mommy hahaha,” ucap Shalgie.

“MOM!! MOM!!! STOP!!!” sekuat tenaga Selene menahan kedua tangan Jessica, “Kenapa bagian aku dimarahin sih? Aku kan ngikutin cara Shalgie sama Waynne!!” Jessica merasa kebingungan. Shalgie dan Waynne tersedak teh saat mendengar ucapan Selene.

“Maksud kamu apa?” tanya Jessica.

“Mom, mom, udah mommy istirahat aja ya? Biar Selene kami yang urus,” Shalgie menghampiri Jessica dan Waynne kini tengah mencengkeram erat bahu Selene.

Jessica menghela napas dengan kasar lalu kembali duduk di sofa, kali ini Jessica duduk disebelah Jollie. Melihat Jessica sudah duduk, Shalgie berbalik badan dan menatap tajam pada Selene.

“Mulai macem-macem ya lo,” ucap Shalgie.

“Emang lo berdua sama kan anjir! Kaga pernah pake k-” dengan cepat Shalgie menutup mulut Selene. Lalu Waynne menahan kedua tangan Selene dengan kuat agar tidak memberontak.

“Gemesnya adik kita satu ini hhmm~” Shalgie tersenyum lalu meninju keras perut Selene dua kali.

“AAHHHH!!”

Rintihan yang terdengar bukan dari Selene. Melainkan Jollie. Ia merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya. Jessica pun terkejut melihat Jollie, “Jollie?!”

Mendengar Jollie kesakitan Selene mendorong tubuh Shalgie dan Waynne lalu berlari menghampiri Jollie, “Sayang?! Kamu kenapa?!” Selene menangkup kedua pipi Jollie.

“Perut aku sakit banget~” Rintih Jollie sembari memegangi perutnya.

“KALIAN NGAPAIN MUKUL SELENE?!!” teriak Jessica.

“Kan mau hukum dia mom,” jawab Waynne.

“Tapi dampaknya ke Jollie juga!” merasa aneh, Selene menatap Jessica.

“Maksudnya apa mom?” tanya Selene.

“Binding,” jawab Jessica.

“Binding?” tanya Selene kebingungan.

“Kalau pasangan kita sudah di tandai, mereka akan merasakan rasa sakit yang sama pada tubuh kita, dan kamu kemarin sudah menandai Jollie, kalau kamu terluka, Jollie akan merasakan sakitnya juga, dan itu sangat berbahaya untuk pasangan kalian yang bukan makhluk seperti kita,” jelas Jessica.

“Oh shit! Gue lupa!” celetuk Shalgie.

Selene mencoba mencerna penjelasan Jessica. Tanpa sengaja Shalgie telah melukai Jollie. Seketika emosinya memuncak. Selene menggeram lalu menatap tajam ke arah Shalgie dan Waynne.

“Lene! Lene! Gue minta maaf! Gue lupa!” ucap Shalgie yang ketakutan.

“BERANINYA LO BERDUA BIKIN JOLLIE KESAKITAN!!” Selene merubahkan wujudnya menjadi serigala berwarna hitam bercorak putih. Lalu ia mengejar Shalgie dan Waynne dengan cepat.

“ANJRIT!! LENE BINI GUE LAGI BUNTING WOY!!” teriak Shalgie.

“Untung bini gue belom!” sahut Waynne.