Taste Series : Old Memories One


“Kenapa? Pasti Selene ya?” ucap Jessica.

“Iya tau tuh lebay banget,” jawab Jollie sembari cemberut.

“Mereka emang begitu, super lebay jadi biasakan diri aja,” Jessica terkekeh.

Jollie menghela napas, ia melanjutkan tugasnya memotong sayuran untuk sajian makan siang nanti. Sudah jadi tradisi keluarga Dawson jika berada di satu kota yang sama, diwajibkan untuk makan siang dan malam bersama.

“Mom.”

Jessica dan Jollie menoleh ke asal sumber suara, ternyata Selene sudah sampai terlebih dahulu, “Halo~” Selene menghampiri Jessica lalu mengecup pipi sang ibu. Namun matanya terus terkunci pada sosok wanita yang mengenakan hoodie biru muda. Jollie.

“Tumben jam segini udah pulang, Shalgie sama Waynne kemana?” tanya Jessica.

“Shalgie nganterin Arine beli perlengkapan baby, kalo Waynne katanya nggak bisa kesini mom, dia ada jadwal operasi paling Jozzy yang pulang katanya,” jawab Selene sembari berjalan menuju Jollie.

“Apa sih ngeliatinnya begitu?” tanya Jollie yang merasa risih ditatap oleh Selene sedari tadi.

“Kan tadi aku suruh istirahat dikamar,” ucap Selene.

“Bosen tau di kamar terus!”

“Yaudah kamu istirahat aja Jollie, serahin pisaunya ke Selene, kamu bantu mommy masak cepet!” celetuk Jessica.

Selene mengangguk patuh. Ia menggulung kemeja lengannya lalu mencuci kedua tangannya hingga bersih. “Ayo sini kamu cuci tangan,” ucap Selene menunggu Jollie di depan wastafel.

Jollie menghela napas panjang. Ia mengikuti perintah Selene kemudian berdiri di depannya. Selene dengan sigap mendekatkan tubuhnya pada tubuh Jollie. Lalu membantu Jollie membersihkan tangannya dengan lembut. “Aku bisa sendiri loh~”

“I know, tapi apa salahnya aku manjain bumil,” Selene mengecup pipinya.

“Selene ih! Ada mommy!” seketika pipi Jollie merah merona.

Selene hanya terkekeh pelan. Ia mematikan keran lalu mengeringkan kedua tangan Jollie menggunakan tissue. “Dah duduk sana, biar aku yang masak,” Selene meremas pelan bokong Jollie. Sontak Jollie berbalik badan lalu menendang kakinya dengan keras.

“AKH!!” Selene merintih kesakitan sembari memegangi kakinya.

“Okay sayang aku bakal duduk hehe,” Jollie tersenyum menang kemudian menuju meja makan.

“Anjrit sakit banget~” Selene mengusap-usap kakinya yang masih terasa nyeri.

“Makanya jangan suka jail sama bumil, kena kan,” celetuk Jessica.