Taste Series : Old Memories Three
“Hi mom!” sapa Waynne yang baru saja pulang. Ia mendekati Jessica yang tengah membaca majalah bersama Jozzy dan Arine, kemudian ia mengecup pipi Jessica.
“Hi sayang, kamu udah makan?” Jessica mengusap kepala Waynne.
“Belom dooong, kan aku mau makan masakan mommy, eh ada istri aku yang paling cantik,” Waynne menghampiri Jozzy dan duduk disebelah nya. Ia mengecupi wajah Jozzy.
“Astaga! Waynne! Kamu bau ih!!” Jozzy mendorong wajahnya agar menjauh darinya.
“Bau apanya? Wangi gini juga,” Waynne kebingungan.
“Kamu abis operasi cewekan?” tanya Jozzy.
“Kok tau?”
“Baunya nempel ish dibadan kamu! Nggak suka aku! Sana mandi!” Jozzy mendorong tubuh Waynne.
“Hey kalian mau sampai kapan nunda punya anak?” pertanyaan Jessica membuat Waynne dan Jozzy terdiam.
“Aku sih gimana Jozzy mom,” ucap Waynne.
“Hehe sabar ya mom bulan depan aku beres kok syutingnya, abis itu lepas KB,” ucap Jozzy.
“Jangan lama-lama dong, masa kalah sama Selene,” ucap Jessica.
“Yuri mana Rine?” tanya Waynne pada Arine.
“Lagi main sama Shalgie dibelakang,” jawab Arine.
“Mama!”
“Apa?”
“Sini deh! Liat aku nemu apa!”
Shalgie bangkit dari kursi taman. Ia menghampiri Yuri yang cukup jauh dari tempat ia duduk. Ia melihat Yuri tengah berjongkok di dekat pohon besar. Entah apa yang ditemukan oleh Yuri, ‘Paling juga batu atau nggak ranting pohon’ batinnya.
“Nemu apa kamu?” kini Shalgie berdiri tepat di belakang Yuri.
“Mama! Liat aku nemu hamster!” Yuri berdiri lalu menunjukan hawan yang ia genggam pada Shalgie. Melihat hewan tersebut bukanlah hamster, Shalgie melompat mundur lalu menggeram.
“Itu bukan hamster Yuri! Itu tikus!! Lepasin!!” ucap Shalgie.
“Bukan? Kok mirip? Tapi ini lucuuuuu, aku pelihara boleh?” tanya Yuri.
“GAK! BUANG!”
“Kenapa sih?!” Yuri memanyunkan bibirnya.
“Itu kotor sayang, udah buang! Nanti mama beliin hamster beneran!”
“Nggak mau!! Maunya ini!!” Yuri mendekat ke arah Shalgie, namun lagi-lagi Shalgie menjauh dari Yuri.
“Moon Goddes!! Lepasin Yuri!!”
Mengerti mengapa ia tidak memperbolehkan oleh Shalgie. Yuri menyeringai menatap Shalgie. “Hehe mama takut ya sama tikus?”
“Enggak! Kata siapa?” elaknya.
“Ayo pegang kalo gitu,” Yuri kembali mendekati Shalgie.
“ASTAGA YURI STOP!”
“Hahahaha~ Hayoooooooo~” kini Yuri mengejar Shalgie yang lari menuju dalam rumah.
“MOM!! MOM!! MOM!!” Shalgie menghampiri Jessica. Ia melompat ke atas sofa dimana Jessica duduk lalu memeluk erat Jessica.
“Hahahaha! Mama takut sama tikus!” ledek Yuri.
“Astaga ini apaan sih! SHALGIE!!” teriak Jessica.
“Mom ih itu Yuri megang tikus!” Shalgie menunjuk ke ara Yuri.
“Itu cuma tikus Shalgie!”
“Tapi kan jorok mom astagaaaa.” Shalgie membenamkan wajahnya pada punggung Jessica.
Arine yang sedari tadi melihat kelakuan istri dan anaknya hanya menghela napas, “Kamu nemu dimana itu tikusnya?” tanya Arine pada Yuri.
“Aku nemu di pohon situ mommy! Bolehkan aku pelihara mom?” Yuri menghampiri Arine dan menunjukan tikus yang sedari tadi ia genggam.
“Kenapa mau pelihara tikus hm?” Arine mengusap lembut kepala Yuri.
“Soalnya lucu mommy tuh liat kakinya kicik sekali~ hih gemes!” Yuri memainkan kaki tikus.
“Nggak boleh sayang, tikus itu kotor, bener kata mama, tikus itu membawa penyakit, nanti Yuri kalo sakit gimana? Nanti mommy sama mama sedih,” ucap Arine.
“Gitu kah? Yaudah deh aku lepasin, mommy ayo temenin aku ke pohon belakang,” ajak Yuri.
“Sama aunty Waynne aja tuh, perut mommy lagi nggak enak sayang,” ucap Arine.
“Aunty Waynne ayo temenin aku lepasin tikusnya~”
“Let’s go!” Waynne menggendong Yuri lalu mendudukinya pada bahunya.
“Hihihi tinggi! Go! Go! Go!”
Melihat Waynne dan Yuri menghilang dari ruang keluarga. Arine bangkit dari sofa perlahan. Ia menghampiri Shalgie yang masih saja memeluki Jessica. Kemudian ia menarik kuping Shalgie. “Pijitin aku di kamar, pinggul aku pegel banget.”
“Aw! Aw! Aw! Iya iya sayang aku pijitin tapi lepasin dulu kuping aku!”
“Nggak mau!” Arine menarik kuping Shalgie hingga menuju kamar mereka.