Taste Series : The Truth One


Setelah mendapat pesan dari Krystal, Shalgie segera menghubungi Waynne dan berusaha secepat mungkin untuk mencapai rumah. Mereka sangat khawatir, tentu saja. Apalagi ketika keduanya sampai, hal pertama yang mereka rasakan adalah aroma asing yang begitu kuat menusuk indera penciuman mereka.

“Gue nggak salah kan?” tanya Shalgie sambil menatap ke arah Waynne yang juga mengangguk dengan tatapan tajamnya.

“Vampire,” Waynne mendesis.

“Fuck!”

Shalgie dan Waynne bergerak cepat mengikuti insting mereka. Segala penjuru rumah terlewati begitu saja, hingga akhirnya keduanya ampai di halaman belakang dan menemukan beberapa figur yang sangat mereka kenali. Terlebih satu sosok familiar yang juga terasa asing diwaktu bersamaan.

“Nggak mungkin,” suara Waynne nyaris tak terdengar. Ia mematung dengan tatapan yang menyorot langsung pada sosok asing. Yuri. Tubuhnya seakan beku diselimuti rasa tak percaya.

Tapi lain hal dengan Shalgie. Sang Alpha kini menggeram marah sebelum kemudian bergerak cepat menyerang Yuri yang sejak sedari tadi hanya diam mempoerhatikan kedatangannya dengan Waynne.

“Who the fuck are you?!” geramnya dengan tangan yang telah berada di leher Yuri. Ia jelas tak mempercayai sosok tersebut. Ibunya telah lama pergi dan dia bukan sosok vampire menjijikan seperti orang yang berada di hadapanya sekarang.

“Shalgie, stop!” sekuat tenaga Selene dan Kaiden menarik tubuh Shalgie dari Yuri. Mereka tidak membiarkan Shalgie melukai Yuri sementara Jessica yang kini masih belum sadar pasca kejadian tadi juga akan ikut terkena dampaknya.

“Jangan halangin gue!! Biar gue bunuh penipu ini!!” Shalgie memberontak hingga membuat Kaiden dan Selene nyaris kewalahan.

Mau tidak mau, Selene melayangkan tinjunya tepat pada rahang Shalgie dan membuatnya terdiam menatap marah pada Selene. Satu tarikan cepat pada kerah kemeja Shalgie membuat jarak antara Selene dan Shalgie begitu sangat dekat sampai Selene dapat merasakan deruan napas amarah Shalgie. “Kalau lo bunuh dia, lo bakal bunuh mommy juga!!”