Taste : Ten
11 April 2022 – 7 AM
Secara diam-diam Selene masuk ke dalam kamar Jollie, ia melihat Jollie masih meringkuk di dalam selimut. Perlahan ia berjalan menuju gorden kamar, lalu membukanya membuat sinar matahari masuk ke dalam kamar. Jollie mengernyitkan dahi saat sinar matahari menyoroti wajahnya.
“Hmmm…,” Jollie menutupi wajahnya menggunakan selimut.
“Wake up sleepyhead,” Jollie tidak menanggapi ucapan Selene dan memilih untuk melanjutkan tidurnya.
“Aku mau ke New York, ayo bangun,” ucap Selene.
“Sana pergi aja, ribet banget,” ucap Jollie ketus.
“Nggak mau ikut? Nggak mau ngeliat Kai Kuma?” seketika Jollie membuka selimutnya lalu menatap lekat Selene.
“Yaudah kalo nggak mau ikut,” ledek Selene seraya berjalan keluar kamar, Jollie dengan cepat bangkit dari kasur dan mengejar Selene.
“Ikuuuuuuuuuttttt,” Jollie berhenti di hadapan Selene, “Mau ikut please.”
“Yaudah cepet,” ketika Selene memperbolehkannya ikut, Jollie segera ke kamar untuk bersiap-siap pulang ke New York, ‘New York I’m coming,~’ batinnya.
Selene hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Jollie. Ia menunggu Jollie di ruang tamu sembari memeriksa pekerjaannya. Sudah 20 menit Selene menunggu Jollie yang tak kunjung keluar dari kamar. Ia memutuskan untuk memeriksa ke kamar Jollie. Ketika ia bangkit dari sofa, Jollie keluar dari kamarnya dengan membawa koper besarnya membuat Selene kebingungan.
“Ngapain bawa koper?” tanya Selene.
“Kan mau pulang ya bawa koper lah,” jawab Jollie.
“Nggak ada bawa bawa koper, taro koper nya disini,” ucap Selene.
“Are you serious?!” tanya Jollie dengan heran.
“Mau ikut atau nggak?” Selene melipat kedua tangannya di dada.
“Tapi….”
“Tinggalin koper nya kalo mau ikut, ayo cepet nanti ketinggalan pesawat nya,” sela Selene yang berlalu meninggalkan Jollie.
“Errgghh!! Ngeselin banget sih!” terpaksa Jollie meninggalkan koper miliknya begitu saja lalu mengikuti Selene menuju mobil.